
SUKABUMI, sukabumizone.com || Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi bergerak cepat merespons kondisi darurat sampah yang terjadi di wilayah Cicurug, tepatnya di lokasi belakang SPBG Benda.
Penanganan dilakukan melalui kolaborasi lintas wilayah dengan melibatkan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa guna mempercepat proses pengangkutan dan pembersihan sampah.
Dalam penanganan tersebut, pemerintah kecamatan dan desa berperan aktif dengan menyediakan alat berat beserta operasionalnya. Sementara itu, DLH Kabupaten Sukabumi mengerahkan armada pengangkut sampah serta kru kebersihan. Dari Koordinator Wilayah (Korwil) Cicurug, sebanyak lima unit armada diturunkan langsung ke lokasi.
Tak hanya itu, DLH Kabupaten Sukabumi juga merencanakan dukungan Bantuan Kendali Operasi (BKO) berupa armada tambahan dari Korwil Cibadak, Cisaat, dan Palabuhanratu, masing-masing satu unit armada, guna mempercepat penanganan.

Berdasarkan estimasi tim di lapangan, timbulan sampah di lokasi tersebut mencapai sekitar 15 truk. Dengan total delapan unit armada yang ditargetkan mampu melakukan dua ritasi per hari, DLH optimistis seluruh sampah dapat terangkut dan tertangani dalam waktu satu hari.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi, Nuryamin, SE, M.Si, turun langsung ke lokasi belum lama ini, untuk memastikan seluruh proses penanganan berjalan optimal dan terkoordinasi dengan baik. Ia menegaskan bahwa langkah kolaboratif ini dilakukan di tengah keterbatasan armada pengelolaan persampahan yang dimiliki DLH Kabupaten Sukabumi.
“Di tengah segala keterbatasan armada pengelolaan sampah, kami terus mengupayakan penguatan jejaring kolaborasi dengan pemerintah kecamatan dan desa. Mudah-mudahan langkah ini menjadi solusi efektif dalam penanganan sampah,” ujar Nuryamin di sela-sela peninjauan.
DLH Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan sinergi lintas sektor dalam pengelolaan persampahan. Kolaborasi antara pemerintah daerah, kecamatan, desa, serta dukungan armada lintas wilayah diharapkan mampu mempercepat penanganan sampah, menjaga kebersihan lingkungan, serta meminimalisir dampak terhadap kesehatan masyarakat.
Langkah cepat ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam menghadapi tantangan pengelolaan sampah, khususnya di tengah meningkatnya volume timbulan sampah dan keterbatasan sarana prasarana pada kondisi darurat. (Red)





