
SUKARAJA, sukabumizone.com || Pagi itu, langit di atas Desa Margaluyu, Kecamatan Sukaraja, tidak sedang bersahabat. Awan tebal menggantung, disusul rintik hujan yang kian menderu. Namun, cuaca dingin tersebut tak menyurutkan langkah puluhan warga dan perangkat desa untuk turun ke jalan.
Minggu (11/01/2026), tepat di saat bangsa memperingati Hari Desa Nasional, Pemerintah Desa Margaluyu memilih merayakannya dengan cara yang paling membumi: Gerakan Bakti Desa.
Kepemimpinan di Tengah Hujan
Berbalut jas hujan dan sepatu bot, Kepala Desa Margaluyu, Utep Sudrajat, tampak berdiri di barisan depan. Ia tidak hanya memberikan instruksi dari balik meja, melainkan memimpin langsung jalannya aksi bersih-bersih dan gotong royong tersebut.
“Hujan bukan penghalang. Justru ini adalah momentum untuk membuktikan bahwa semangat membangun desa tidak boleh padam hanya karena cuaca. Hari Desa Nasional adalah tentang kedaulatan dan kerja nyata masyarakat desa,” ujar Utep di sela-sela kegiatannya.
Sinergi Tanpa Sekat
Kegiatan ini menjadi potret nyata sinergitas di tingkat akar rumput. Tidak hanya perangkat Pemerintah Desa (Pemdes) yang hadir, tetapi juga seluruh unsur lembaga desa dan masyarakat umum. Mereka bahu-membahu membersihkan saluran irigasi, merapikan fasilitas umum, dan memastikan lingkungan desa tetap asri meski di tengah musim penghujan.
Kehadiran elemen kelembagaan desa menunjukkan bahwa tata kelola di Margaluyu berjalan selaras dengan partisipasi aktif warga. Gotong royong, yang seringkali disebut sebagai ruhnya desa, terpancar jelas dalam aksi hari ini.
Refleksi Hari Desa Nasional 2026
Peringatan Hari Desa Nasional tahun ini di Desa Margaluyu bukan sekadar seremonial belaka. Bagi warga, ini adalah bentuk rasa syukur atas kemandirian desa yang kian hari kian menunjukkan kemajuan.
Aksi bakti desa di tengah hujan ini mengirimkan pesan kuat: bahwa pembangunan desa dimulai dari kepedulian warganya sendiri. Desa bukan lagi objek pembangunan, melainkan subjek utama yang mampu bergerak mandiri, bahkan di bawah cuaca yang tak menentu.
Hingga berita ini diturunkan, meski gerimis masih membasahi tanah Sukaraja, semangat warga Margaluyu tidak menunjukkan tanda-tanda akan surut. Mereka terus bekerja, memastikan desa mereka tetap menjadi tempat yang nyaman bagi generasi mendatang.
Reporter: Dede Mardi
Redaktur: Ginanjar





