
BANTARGADUNG, sukabumizone.com || Tanggal 15 Januari memiliki makna historis bagi seluruh desa di Indonesia sebagai peringatan Hari Desa Nasional. Di Kabupaten Sukabumi, tepatnya di Desa Mangunjaya, peringatan ini tidak sekadar dirayakan dengan seremoni formal, melainkan melalui aksi nyata yang menyentuh langsung denyut nadi kehidupan masyarakat: Gerakan Bhakti Desa.
Minggu (11/01/2026), sejak matahari baru saja menampakkan sinarnya, ratusan warga Desa Mangunjaya sudah berkumpul. Tak ada sekat antara perangkat desa, lembaga kemasyarakatan, hingga warga biasa. Semuanya membawa peralatan yang sama: cangkul, sabit, dan sapu lidi.
Menghidupkan Kembali Marwah Gotong Royong
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Mangunjaya, Dade Solahudin. Baginya, Gerakan Bhakti Desa ini bukan hanya soal membersihkan lingkungan, tapi tentang merawat identitas asli desa yang mulai tergerus zaman, yakni gotong royong.
“Hari Desa Nasional adalah momentum untuk membuktikan bahwa kekuatan utama desa ada pada kebersamaan warganya. Melalui Bhakti Desa ini, kita ingin memastikan lingkungan Mangunjaya tidak hanya indah dipandang, tapi juga sehat untuk ditinggali,” ujar Dade Solahudin di sela-sela kegiatannya.
Fokus Sasaran: Infrastruktur dan Lingkungan
Kegiatan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah desa ini memiliki beberapa target utama yang krusial bagi mobilitas warga:
Pembersihan Sampah: Menyisir area pemukiman untuk memastikan tidak ada sampah plastik yang tertimbun.
Perawatan Jalan: Memotong rerumputan liar yang menutupi bahu jalan Kabupaten dan jalan Desa, guna meningkatkan jarak pandang dan keamanan berkendara.
Normalisasi Drainase: Memperbaiki dan mengeruk saluran air untuk mengantisipasi luapan air (banjir lintasan) mengingat intensitas hujan yang masih tinggi di awal tahun.
Sinergi Lembaga dan Warga
Keberhasilan gerakan ini tidak lepas dari peran aktif Kelembagaan Desa. Bahu-membahu menggerakkan warga di lingkungan masing-masing. Target utamanya sederhana namun berdampak besar: Menciptakan sanitasi yang baik dan akses jalan yang bersih.
Partisipasi masif ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat Desa Mangunjaya terhadap kebersihan lingkungan terus meningkat. Gerakan Bhakti Desa pun diharapkan tidak berhenti pada hari peringatan saja, melainkan menjadi budaya rutin yang terus lestari.
Analisis Singkat: Peringatan Hari Desa Nasional di Mangunjaya menjadi cermin bahwa desa bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek yang aktif menentukan kualitas hidupnya sendiri melalui kolaborasi antara pemimpin dan rakyatnya.
Reporter: Ginanjar
Redaktur: Ruslan AG





