
GUNUNGGURUH,sukabumizone.com ll Proses rehabilitasi berat bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pasirbadak, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, telah rampung.
Rampungnya pembangunan tersebut disambut rasa syukur dan kebahagiaan oleh pihak sekolah, karena kini kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih nyaman, aman, dan kondusif.
Kepala SDN Pasirbadak, Ati Nurhayati Saleh, mengungkapkan bahwa sebelum direhabilitasi, kondisi bangunan sekolah tergolong memprihatinkan. Atap bangunan masih menggunakan bilik dan kerap mengalami kebocoran saat hujan, sehingga mengganggu kenyamanan siswa dalam mengikuti pelajaran.
“Dulu sebelum adanya perehaban, anak-anak belajar dalam kondisi atap bangunan banyak yang bocor dan masih menggunakan bilik. Kalau hujan air masuk ke kelas, kasihan anak-anak sering kebasahan. Alhamdulillah sekarang sedikitnya sudah diperbaiki, jadi proses belajar mengajar lebih nyaman dan kondusif,” ujarnya kepada sukabumizone.com, Senin (19/1/2026).
Ia menjelaskan, setelah dilakukan rehabilitasi, bangunan sekolah kini terlihat lebih kokoh dan aman. Atap yang sebelumnya menggunakan bilik telah diganti dengan rangka baja ringan. Meski demikian, pihak sekolah masih berharap adanya perhatian lanjutan, khususnya terkait pemenuhan sarana mebelair.
“Sekarang bangunannya sudah bagus dan atapnya menggunakan baja ringan. Namun, kami masih kekurangan meja dan bangku. Banyak mebelair yang kondisinya sudah rusak dan tidak layak pakai. Kami berharap ke depan ada bantuan mebelair,” katanya.
Ati menambahkan, jumlah siswa SDN Pasirbadak saat ini mencapai sekitar 163 orang. Dari jumlah tersebut, masih terdapat satu ruang kelas yang belum sepenuhnya memiliki meja dan bangku yang layak untuk digunakan siswa.

Selain itu, terkait tenaga pendidik, SDN Pasirbadak saat ini memiliki 11 tenaga kependidikan, terdiri dari satu kepala sekolah berstatus PNS, satu penjaga sekolah, satu guru honorer, guru Pendidikan Agama Islam dan PJOK berstatus PPPK, serta enam guru kelas yang sebagian besar merupakan PPPK paruh waktu dan masih menunggu pencairan gaji.
“Untuk penggajian guru PPPK paruh waktu memang belum sepenuhnya terealisasi karena masih menunggu proses pencairan. Namun, secara operasional sekolah saat ini sudah jauh lebih terbantu dibanding sebelumnya,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan, sebelum adanya rehabilitasi, pihak sekolah kerap mengalami kesulitan dalam pembiayaan operasional karena hanya mengandalkan Dana BOS. Kini, dengan adanya dukungan gaji bagi tenaga pendidik, beban sekolah dinilai mulai berkurang.
“Kalau dulu, untuk operasional dan perbaikan kecil saja sangat berat karena hanya mengandalkan Dana BOS. Alhamdulillah sekarang guru sudah memiliki gaji sendiri, sehingga sekolah tidak terlalu terbebani,” tuturnya.
Ati menduga, rehabilitasi bangunan sekolah tersebut bersumber dari anggaran pemerintah pusat melalui mekanisme pengajuan yang telah ditempuh sebelumnya. Ia pun menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan dan pihak terkait atas direalisasikannya rehab sekolah ini. Alhamdulillah, sekarang anak-anak bisa belajar dengan lebih nyaman, aman, dan kondusif,” pungkasnya.
Reporter : Restu Virmansyah
Redaktur : Ginda Ginanjar




