
GEGERBITUNG ,sukabumizone.com ll Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) saluran irigasi yang bersumber dari program Kementerian Pertanian Republik Indonesia kini tengah dikebut di Desa Caringin, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi.
Proyek strategis nasional ini digadang-gadang menjadi jawaban atas persoalan klasik pertanian, yakni krisis air saat musim kemarau.
Pekerjaan yang merupakan alokasi anggaran tahun 2025 tersebut sempat mengalami penyesuaian waktu pelaksanaan akibat faktor cuaca. Namun demikian, progres pembangunan tetap berjalan sesuai koridor dan tidak menemui kendala berarti di lapangan.
“Ini program langsung dari Kementerian Pertanian. Tujuannya jelas, untuk mendukung suasembada pangan dan memastikan petani tetap bisa menanam meski musim kemarau,” ujar Kepala Pelaksana, Haji Badru Somantri, kepada sukabumizone.com selasa (21/1/2026).
Ia menegaskan, keberadaan saluran irigasi ini akan memastikan air tetap mengalir ke sawah-sawah petani, sehingga tidak ada lagi lahan pertanian yang terbengkalai akibat kekeringan.
“Harapannya, ke depan tidak ada lagi alasan sawah tidak ditanami karena kekurangan air. Gapoktan dan petani bisa bertani secara maksimal sepanjang tahun,” tegasnya.

Secara teknis, proyek TPT irigasi ini memiliki panjang sekitar 2,5 kilometer dengan lebar rata-rata 50 hingga 80 sentimeter. Infrastruktur tersebut diperuntukkan khusus bagi sektor pertanian dan menyasar lahan sawah seluas kurang lebih 80 hektare di wilayah Desa Caringin.
Meski cuaca hujan kerap menjadi tantangan, pihak pelaksana memastikan tidak ada hambatan dari sisi perizinan maupun dukungan pemerintah setempat.
“Kalau kendala administratif tidak ada. Pemerintah kecamatan dan desa sangat mendukung. Faktor alam saja yang membuat jadwal sedikit menyesuaikan,” jelasnya.
Yang menarik, proyek ini justru mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Antusiasme warga terlihat dari bentuk swadaya yang diberikan, mulai dari penyediaan konsumsi hingga tempat menginap bagi para pekerja dan tenaga ahli dari luar daerah.
“Warga sangat mendukung, karena ini memang sudah puluhan tahun mereka harapkan. Baru sekarang bisa terealisasi,” ungkap Haji Badru.
Sementara itu, Pengawas Lapangan sekaligus Mandor, Abah Jajat, menambahkan bahwa proyek ini berada di bawah pelaksanaan PT Adhikarya sebagai pemegang tender dari Kementerian Pertanian.
“Dengan tambahan jalur irigasi sekitar dua kilometer ini, kami optimistis hasil panen petani ke depan akan meningkat signifikan,” ujarnya.
Ia pun berharap pembangunan tersebut benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani di Kecamatan Gegerbitung, khususnya Desa Caringin.
“Ini bukan sekadar bangunan fisik, tapi investasi jangka panjang bagi ketahanan pangan dan ekonomi warga,” pungkasnya.
Reporter : Restu Virmansyah
Redaktur :Ginda Ginanjar





