BEKASI, sukabumizone.com || Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) perwakilan Kabupaten Bekasi menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 300 paket sembako kepada warga terdampak banjir di tiga desa wilayah Bekasi Utara. Aksi sosial ini, merupakan bentuk kepedulian SMSI terhadap masyarakat yang terdampak musibah banjir akibat intensitas hujan tinggi sejak awal 2026.
Ketua SMSI Kabupaten Bekasi, Doni Ardon, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan dengan menggandeng berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan dan LSM. “Bantuan paket sembako ini adalah wujud kepedulian kami dengan melibatkan kawan-kawan ormas dan LSM agar empati terhadap musibah banjir yang melanda,” ujarnya di sela kegiatan.
Bantuan yang diserahkan kepada warga meliputi nasi bungkus, paket mi instan, roti, susu, serta sembako lainnya yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga di masa darurat.
Kegiatan sosial tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan perwakilan organisasi, di antaranya Ketua Umum Aliansi Ormas Bekasi HM Zaenal Abidin, pengurus Ormas Pejuang Siliwangi Indonesia Ajid, Ketua LSM FAST Istioko, Ketua Umum Srikandi AOB Hj Cici Zaenal, serta pimpinan Den Sakti H. Saeful Nyamat.
Pengamanan dan pengawalan kegiatan dilakukan sejak awal hingga selesai oleh aparat setempat, yakni Kapolsek Tambun Kompol Wuryanti, Babinsa Srijaya Irwanto, dan Bhabinkamtibmas wilayah setempat, sehingga kegiatan berjalan tertib dan lancar.
“Alhamdulillah, hari ini SMSI Kabupaten Bekasi dapat menyalurkan bantuan secara langsung kepada warga terdampak banjir di Kecamatan Tambun Utara,” kata Doni. Adapun tiga desa penerima bantuan yakni Desa Srimukti, Desa Sriamur, dan Desa Srijaya.
Selain di Tambun Utara, Doni Ardon menambahkan bahwa SMSI bersama Aliansi Ormas Bekasi juga menyalurkan bantuan serupa ke wilayah Tambun Selatan, Cibitung, Cikarang Barat, Cikarang Timur, dan Kedungwaringin. “Semoga bantuan ini dapat meringankan beban dan penderitaan masyarakat yang terkena musibah banjir,” ucapnya.
Tak hanya menyalurkan bantuan, SMSI Kabupaten Bekasi juga mengedukasi masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke sungai. “Kami menghimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai karena dapat menyumbat saluran air dan memicu banjir saat hujan,” tegas Doni.
Ia menambahkan, kebiasaan membuang sampah ke sungai dapat mencemari air dengan bakteri penyebab penyakit seperti diare dan kolera, merusak ekosistem, serta berpotensi menghasilkan mikroplastik yang berbahaya bagi kesehatan manusia. (***)




