
JAMPANGTENGAH, sukabumizone.com ll Kepala Desa Sindangresmi, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Yan Mardiana, menyampaikan kesan dan pesan mendalam usai menerima reward Program Sri Baduga, sebuah penghargaan yang diberikan langsung oleh Bupati Sukabumi belum lama ini.
Penghargaan tersebut diraih atas kinerja Pemerintah Desa Sindangresmi dalam tata kelola pemerintahan desa, pemberdayaan masyarakat, serta pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Meski demikian, Yan juga menilai capaian tersebut bukanlah sesuatu yang perlu dibanggakan secara berlebihan.
“Kalau berbicara kegiatan Sri Baduga kemarin, menurut saya itu biasa-biasa saja. Karena pada prinsipnya, apa yang dinilai memang sudah lama kami laksanakan di Desa Sindangresmi, terutama terkait pemberdayaan dan mekanisme tata kelola pemerintahan desa,” ujar Yan Mardiana, kepada sukabumizone.com Senin (26/12026)
Ia menjelaskan, melalui program tersebut desa justru diajak untuk berpikir lebih jauh ke depan, terutama dalam menjawab isu strategis seperti pendidikan, ekonomi, kesehatan, pemberdayaan, infrastruktur, hingga keterbukaan pelayanan publik.
“Yang kemarin menjadi trending itu soal SPM. Bagaimana desa mampu menangani persoalan pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lainnya secara terukur. Kalau hari ini kami mendapat penghargaan, itu saya pandang sebagai reward dari pemerintah, dan tentu kami hargai,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya Gubernur, yang menggagas program insentif bagi desa berprestasi, meski hingga kini petunjuk teknis realisasinya masih ditunggu.
“Terlepas dari itu, bagi kami yang terpenting adalah berbenah. Yang kurang kita perbaiki. Harapan masyarakat terkait kesejahteraan belum sepenuhnya tercapai, bahkan sebagian masih sebatas wacana yang harus terus kita perjuangkan,” ungkapnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa secara pribadi dirinya belum merasa puas dengan capaian saat ini. Menurutnya, desa ideal bukan sekadar mendapatkan penghargaan, melainkan mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat secara nyata.
“Kalau dibilang puas, secara pribadi saya belum puas. Karena tujuan desa yang sesungguhnya belum sepenuhnya kita capai. Masih banyak kelemahan yang harus dibenahi,” tegasnya.
Dalam bidang ekonomi, Pemerintah Desa Sindangresmi saat ini terus mendorong optimalisasi BUMDes, Koperasi Desa Merah Putih, serta program ketahanan pangan yang dialokasikan 20 persen dari Dana Desa. Yan Mardiana, berharap upaya tersebut mampu menciptakan outcame yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Desa mandiri itu harus terukur. Misalnya ekonomi, berapa peningkatan pendapatan masyarakat per kapita per tahun. Pendidikan, sampai sejauh mana partisipasi masyarakat. Kesehatan, bagaimana pelayanan berdampak pada derajat hidup warga. Semua itu harus kita ukur,” jelasnya.
Ia optimistis, melalui sinergi seluruh unsur desa mulai dari perangkat desa, BPD, LPMD, hingga BUMDes, Desa Sindangresmi mampu terus bergerak menuju desa ideal.
“Gampang kita bicara desa ideal, tapi bagaimana mencapainya itu yang sulit. Kita harus terus berproses, berkoordinasi, dan mengukur hasilnya.
Mudah-mudahan apa yang kita lakukan hari ini benar-benar membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” pungkas Yan Mardiana
Reporter : Restu Virmansyah
Redaktur : Ginda Ginanjar




