
WARUNGKIARA, sukabumizone.com || Ruas jalan raya penghubung Sukabumi – Palabuhanratu kembali memakan korban materiil. Pada Senin (26/1/2026) pagi, sebuah angkutan kota (angkot) Daihatsu minibus bernopol F 1942 QU mengalami kecelakaan tunggal di kawasan legendaris nan rawan, Tanjakan Baeud, Desa Warungkiara. Insiden ini kembali menyoroti urgensi kelaikan armada angkutan umum di medan ekstrem Sukabumi Selatan.
Kronologi: Hilang Kendali di Turunan Terjal
Peristiwa bermula sekitar pukul 10.45 WIB. Kendaraan milik Koperasi Telaga Karya yang dikemudikan oleh Samsudin (39) tengah melaju dari arah Sukabumi menuju Palabuhanratu. Memasuki Kampung Baeud, kondisi jalan mulai menurun tajam disertai tikungan berliku.
Menurut keterangan kepolisian, sistem pengereman angkot tiba-tiba tidak berfungsi (rem blong). Dalam situasi panik, pengemudi berupaya mengendalikan laju kendaraan sebelum akhirnya menghantam pagar pembatas jalan (guardrail) dan terguling ke sisi kiri jalan.
“Diduga kuat kecelakaan tunggal ini akibat rem kendaraan tidak berfungsi. Angkot menabrak pagar pembatas jalan lalu terguling ke sisi kiri,” ujar Kapolsek Warungkiara, AKP R. Panji Setiadji.
Analisis Lokasi: Geografi yang Menantang
Tanjakan (dan turunan) Baeud selama ini dikenal sebagai titik hitam (blackspot) bagi para pengendara. Secara teknis, kondisi jalan di lokasi memiliki karakteristik:
Elevasi ekstrem: Penurunan tajam yang memaksa sistem pengereman bekerja ekstra keras (risiko brake fade).
Kontur jalan: Perpaduan aspal halus dengan tikungan tajam yang seringkali mengecoh pengemudi luar kota.
Lingkungan sekitar: Area permukiman di sisi kiri jalan menambah risiko jatuhnya korban jiwa jika kendaraan tidak tertahan pagar pembatas.
Dampak dan Penyelidikan
Beruntung, saat kejadian angkot dalam kondisi kosong tanpa penumpang. Samsudin, sang sopir, berhasil selamat tanpa cedera serius meski mengalami syok. Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp2 juta akibat kerusakan bodi kendaraan.
Polsek Warungkiara bergerak cepat melakukan olah TKP dan mengevakuasi badan kendaraan agar tidak menghambat arus logistik menuju kawasan wisata Palabuhanratu. Pengemudi kini tengah dimintai keterangan lebih lanjut untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian dalam perawatan kendaraan.
Urgensi “Ramp Check” Mandiri
Insiden ini menjadi pengingat keras bagi para pemilik armada transportasi publik. AKP Panji Setiadji menekankan bahwa kondisi jalan yang prima tidak akan berarti jika kendaraan tidak dalam kondisi layak jalan.
“Kami mengimbau pengemudi, khususnya kendaraan umum, agar rutin melakukan pengecekan sistem pengereman. Jalur selatan Sukabumi memiliki karakteristik tanjakan dan turunan yang tidak bisa disepelekan,” tegasnya.
Pihak kepolisian juga berencana meningkatkan koordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan setiap angkutan yang beroperasi telah melewati uji kir secara berkala guna meminimalisir kejadian serupa di masa depan.
Reporter: Dede Mardi
Redaktur: Ginanjar





