
CIKEMBAR, sukabumizone.com || Di balik riuhnya deru kendaraan di jalanan Kabupaten Sukabumi, terselip sebuah kisah pilu dari Kedusunan Parakanlima. Di sana, seorang janda lansia bernama Ooy (65), harus bertarung dengan rasa cemas setiap kali langit meredup dan angin kencang menerjang.
Rumah yang ditempatinya di RT 01/03, Kedusunan Parakanlima, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, kini tak lebih dari sekadar tumpukan material yang menunggu waktu untuk ambruk. Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi yang menyayat hati: dinding bilik bambu yang sudah menghitam dimakan rayap, tembok mengelupas, hingga kerangka atap yang miring dan bocor di sana-sini.
Bagi Ibu Ooy, rumah bukan lagi tempat berlindung yang nyaman, melainkan ancaman yang nyata. Hidup sebatang kara tanpa penghasilan tetap membuatnya hanya bisa pasrah melihat huniannya lapuk dimakan usia.
“Kalau hujan besar, saya tidak bisa tidur tenang. Takut tiba-tiba atapnya rubuh,” ungkap Ooy dengan suara bergetar saat ditemui awak media, Jumat (6/2/2026).
Keterbatasan ekonomi menjadi tembok besar yang menghalangi impiannya untuk sekadar memperbaiki genteng yang melorot. Selama bertahun-tahun, ia bertahan di dalam bangunan yang jauh dari standar kelayakan huni tersebut.
Namun, mendung di hidup Ibu Ooy perlahan tersingkap. Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) hadir sebagai “malaikat penolong” bagi warga kurang mampu di Desa Parakanlima. Rumah Ibu Ooy secara resmi masuk dalam daftar sasaran renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Kepala Desa Parakanlima, Mirwanda Yamami, menegaskan bahwa pihaknya terus berkomitmen menyisir warga yang luput dari kesejahteraan.
“Alhamdulillah, melalui sinergi program TMMD ini, beberapa unit Rutilahu di desa kami akan segera dibangun, termasuk rumah Ibu Ooy. Ini adalah upaya kami meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan warga,” tegas Mirwanda.
Program TMMD ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol hadirnya negara di tengah kesulitan rakyat. Dengan gotong royong antara personel TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat, rumah Ibu Ooy akan segera disulap menjadi hunian yang aman dan bermartabat.
Sambil menyeka air mata harunya, Ibu Ooy berkali-kali mengucap syukur. Ia tak menyangka masa tuanya akan dilewati di rumah yang lebih layak.
“Terima kasih Bapak TNI, Pak Kades, Pak Kadus dan semua yang membantu. Saya tidak menyangka rumah tua ini akhirnya diperhatikan,” pungkasnya lirih.
Kini, warga Parakanlima menanti wajah baru rumah Ibu Ooy—sebuah bukti nyata bahwa semangat gotong royong belum pudar di Bumi Sukabumi.
Reporter: Restu Virmansyah
Redaktur: Ginanjar





