• Daerah
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
Minggu, Maret 15, 2026
Sukabumizone
  • HOME
  • NUANSA DESA
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • BERITA
    • PENDIDIKAN
    • INFO
      • Info Layanan
      • TV
      • Lalulintas
      • LBH Pers
      • PROFIL
        • Profil Kecamatan
        • Profil Desa
        • Profil Polsek
        • Profil SMK/Sederajat
        • Profil Sekolah Dasar
        • PAUD
        • PGRI
        • PPNI
        • Profil Yayasan
        • Teras
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • PROMO
      • Kuliner
      • Promo-Sukabumi
No Result
View All Result
  • HOME
  • NUANSA DESA
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • BERITA
    • PENDIDIKAN
    • INFO
      • Info Layanan
      • TV
      • Lalulintas
      • LBH Pers
      • PROFIL
        • Profil Kecamatan
        • Profil Desa
        • Profil Polsek
        • Profil SMK/Sederajat
        • Profil Sekolah Dasar
        • PAUD
        • PGRI
        • PPNI
        • Profil Yayasan
        • Teras
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • PROMO
      • Kuliner
      • Promo-Sukabumi
No Result
View All Result
Sukabumizone
No Result
View All Result
Home Berita Daerah

Tugu Ikan Layur Jadi Ikon Baru Palabuhanratu, Simbol Identitas Masyarakat Pesisir

redaktur by redaktur
6 Februari 2026
in Daerah
0

SUKABUMI KAB, sukabumizone.com || Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, kini memiliki penanda kebanggaan baru. Sebuah tugu berbentuk ikan layur berdiri kokoh di kawasan Kantor Kelurahan Palabuhanratu, menjadi penanda batas wilayah sekaligus ikon yang merepresentasikan jati diri masyarakat pesisir.

Tugu ikan layur tersebut bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol identitas yang lahir dari kecintaan warga terhadap daerahnya. Ikan layur sendiri telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Palabuhanratu sejak puluhan tahun lalu, khususnya bagi para nelayan.

Lurah Palabuhanratu, Yadi Supriadi mengatakan, gagasan pembangunan tugu berangkat dari realitas keseharian warga. Ikan layur bukan hanya komoditas hasil laut, tetapi juga cerminan ketekunan dan keberlangsungan hidup masyarakat pesisir.

BacaJuga

Ramadan Aman Nyaman, PLN Ajak Pelanggan Bayar Listrik Tepat Waktu

Ramadan Aman Nyaman, PLN Ajak Pelanggan Bayar Listrik Tepat Waktu

15 Maret 2026
Kasus Asusila Marak, Tiga Tokoh Pers Sukabumi Ingatkan Wartawan Patuhi KEJ dan PPRA

Kasus Asusila Marak, Tiga Tokoh Pers Sukabumi Ingatkan Wartawan Patuhi KEJ dan PPRA

12 Maret 2026
Semarak Ramadan, Jamkrindo Bagikan Ribuan Sembako dan Perkuat Dukungan UMKM

Semarak Ramadan, Jamkrindo Bagikan Ribuan Sembako dan Perkuat Dukungan UMKM

12 Maret 2026
Seribu Warga Serbu Gerakan Pangan Murah di Alun-alun Palabuhanratu

Seribu Warga Serbu Gerakan Pangan Murah di Alun-alun Palabuhanratu

12 Maret 2026

“Tidak ada maksud lain dalam pembangunan tugu ini. Ikan layur adalah komoditas yang paling sering didapatkan nelayan Palabuhanratu. Bahkan warga yang sekadar memancing pun lebih banyak mendapatkan ikan layur dibanding jenis ikan lainnya,” ujarnya, Jumat (6/2/2026).

Lebih dari sekadar ikon wilayah, tugu ikan layur juga menjadi wujud kecintaan terhadap kampung halaman. Sebagai putra asli Palabuhanratu, Yadi mengaku ingin meninggalkan jejak yang bermakna selama masa kepemimpinannya.

“Kami ingin ada kenangan dari masa kepemimpinan saya. Sesuatu yang sederhana, tetapi memiliki makna dan bisa dikenang oleh masyarakat Palabuhanratu,” tuturnya.

Saat ini, progres pembangunan tugu ikan layur telah mencapai sekitar 95 persen. Meski beragam pandangan muncul di tengah masyarakat, Yadi menyebut respons warga secara umum sangat positif.

“Penilaian tentu beragam, tetapi mayoritas masyarakat menilai positif karena ikan layur memang identitas Palabuhanratu yang sesungguhnya,” katanya.

Melalui kehadiran ikon tersebut, Yadi berharap tumbuh semangat baru dalam menata wilayah. Ia ingin tugu ikan layur tidak hanya menjadi simbol visual, tetapi juga menginspirasi para pemangku kebijakan di tingkat kelurahan.

“Kantor itu rumah kedua. Harus dibuat nyaman, rapi, dan tertata. Dari situlah semangat membangun wilayah bisa tumbuh,” pungkasnya.

Redaktur: Gina Ginanjar

Previous Post

Gedung Serbaguna Bale Binangkit Sagaranten Resmi Diresmikan Bupati Sukabumi

Next Post

Menembus Batas Kelayakan: Sinergi TMMD Ubah Wajah Gubuk Ibu Een dalam Empat Hari

Next Post
Menembus Batas Kelayakan: Sinergi TMMD Ubah Wajah Gubuk Ibu Een dalam Empat Hari

Menembus Batas Kelayakan: Sinergi TMMD Ubah Wajah Gubuk Ibu Een dalam Empat Hari

BERITA POPULER

  • Tolak Kenaikan Upah 6,5 persen Tahun 2025, SP TSK SPSI Kecewa dengan Sikap Apindo

    Tolak Kenaikan Upah 6,5 persen Tahun 2025, SP TSK SPSI Kecewa dengan Sikap Apindo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fakta Menarik Sejarah Berdirinya RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tegas, DPD Golkar Sukabumi Hanya Ajukan Asjap dan Unang untuk Pilkada 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil dan Potensi Desa Nyalindung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PROFIL DESA CARINGIN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
https://sukabumizone.com/wp-content/uploads/2025/07/WhatsApp-Video-2025-07-05-at-14.07.01.mp4
Sukabumizone

© 2022 Sukabumizone - Portal Berita Sukabumi

Redaksi

  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat Penggunaan
  • Kontak Kami
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • HOME
  • NUANSA DESA
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • BERITA
    • PENDIDIKAN
    • INFO
      • Info Layanan
      • TV
      • Lalulintas
      • LBH Pers
      • PROFIL
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • PROMO
      • Kuliner
      • Promo-Sukabumi

© 2022 Sukabumizone - Portal Berita Sukabumi