SUKABUMI KAB, sukabumizone.com || Semangat olahraga dan kebersamaan mewarnai Turnamen Tenis Meja Bupati Cup 2026 yang digelar di Kampung Cibolang Kidul, Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (7/2/2026). Ajang ini menyedot antusiasme ratusan atlet dari berbagai penjuru Kabupaten dan Kota Sukabumi.
Tak sekadar kompetisi, turnamen ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus pembinaan atlet tenis meja lintas generasi. Sejak hari pertama, atmosfer pertandingan berlangsung meriah dengan dukungan suporter dan semangat fair play dari para peserta.
Ketua Panitia Penyelenggara, Mahdi Abdul Hadi, menegaskan bahwa Bupati Cup dirancang sebagai ajang pemersatu komunitas tenis meja Sukabumi. Menurutnya, nilai kebersamaan dan sportivitas menjadi ruh utama turnamen.
“Ini bukan hanya tentang siapa yang juara. Turnamen ini adalah panggung kebersamaan, sportivitas, dan motivasi agar para atlet terus berkembang,” ujar Mahdi.
Ia menjelaskan, sekitar 500 atlet ambil bagian dalam turnamen yang berlangsung selama tiga hari, 6–8 Februari 2026. Para peserta terbagi dalam tiga divisi, yakni Divisi D sebanyak 350 atlet, Divisi C 150 atlet, dan Divisi A sekitar 20 atlet, yang berasal dari 34 persatuan tenis meja se-Kabupaten dan Kota Sukabumi.
Mahdi juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi etika bertanding, menghormati lawan, serta patuh pada peraturan. Ia menekankan bahwa setiap pertandingan adalah cerminan karakter atlet.
“Setiap pukulan adalah simbol kerja keras. Kemenangan sejati bukan hanya piala, tetapi karakter, disiplin, dan kebanggaan,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Sukabumi H Asep Japar menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kemajuan olahraga, termasuk tenis meja yang dinilai memiliki basis komunitas kuat di Sukabumi.
Bupati berharap turnamen ini mampu melahirkan bibit-bibit atlet potensial yang kelak bisa mengharumkan nama Sukabumi di level nasional hingga internasional.
Turnamen Tenis Meja Bupati Cup 2026 secara resmi dibuka oleh Bupati Sukabumi. Pembukaan ditandai dengan pemukulan bola servis pertama sebagai simbol dimulainya rangkaian pertandingan penuh semangat dan sportivitas.
Redaktur: Ginda Ginanjar





