
SURADE, sukabumizone.com || PWI Peduli Kabupaten Sukabumi, memberikan puluhan botol Pupuk Cair Hayati Lumbung Rahayu Mikro Nano dalam acara Green Camp Jampang Tandang Makalangan (JTM) di Pantai Karang Gantung, Desa Pasiripis Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Minggu (15/2/2025).
Ketua PWI Peduli Kabupaten Sukabumi, Ariswanto, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2025 dan Ulang Tahun PWI ke-80, serta bagian dari upaya pelestarian lingkungan dan konservasi alam di wilayah Pajampangan, Sukabumi.
“Pupuk hayati cair Lumbung Rahayu Mikro Nano, kami serahkan langsung kepada Ketua JTM Hendra Permana, selaku Panitia. Pupuk ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman di area pantai Karang Gantung,” kata Aris.
Acara Green Camp yang dibgagas JTM tersebut dihadiri oleh perwakilan perhutani, sejumlah jurnalis yang tergabung di PWI, relawan dan masyarakat setempat.
Sementara itu, Wakil Administratur/Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Sukabumi, Uday Jubaedi, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung keberlanjutan program penghijauan, termasuk melalui penyediaan bibit tanaman.
“Kami dari Perhutani siap mendukung, salah satunya membantu penyediaan bibit. Tapi kegiatan ini jangan sampai berhenti di sini. Harus ada kelanjutan dan konsep yang jelas ke depan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa penanaman tanpa perawatan berpotensi menjadi pemborosan anggaran, tenaga, dan waktu. Karena itu, diperlukan tahapan pemeliharaan yang terstruktur.
“Jangan sampai kita menanam lalu ditinggalkan. Itu mubazir dan tidak efisien. Harus ada perawatan tahap satu, dua, dan tiga. Nanti kita bahas bersama siapa yang bertanggung jawab, bisa kolaborasi bersama atau melibatkan pelajar,” tegasnya.
Menurut Uday, pohon merupakan investasi jangka panjang yang berdampak langsung pada kualitas udara, ketersediaan air, serta mitigasi bencana seperti banjir dan longsor. Oleh sebab itu, pendekatan berkelanjutan harus menjadi fondasi utama gerakan penghijauan.
Untuk memastikan program berjalan optimal, akan digelar Focus Group Discussion (FGD) lanjutan dengan melibatkan dinas terkait, instansi pemerintah, tokoh masyarakat, pegiat lingkungan, serta unsur pers. Forum ini diharapkan mampu merumuskan skema penghijauan yang terencana, melibatkan masyarakat lokal, dan disertai pemantauan berkala.
Sementara itu, Ketua HPN Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sukabumi, Heru Yuda, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata kepedulian insan pers terhadap lingkungan.
“Momentum Hari Pers Nasional harus menjadi bukti bahwa pers tidak hanya menjalankan fungsi kontrol sosial, tetapi juga hadir langsung dalam aksi nyata, termasuk penghijauan dan reboisasi di Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.
Ia berharap gerakan ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, melainkan tumbuh menjadi komitmen bersama antara pers, pemerintah daerah, dan masyarakat demi menjaga kelestarian alam Sukabumi.
“Dengan kolaborasi yang solid dan komitmen perawatan jangka panjang, gerakan penghijauan di wilayah Jampang diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan serta menjadi warisan hijau bagi generasi mendatang,” pungkasnya.
Redaktur: Ruslan AG





