SUKABUMI KOTA, sukabumizone.com || Memasuki bulan suci Ramadhan, umat Muslim tidak hanya dituntut menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh, termasuk kesehatan mata. Perubahan pola tidur, berkurangnya asupan cairan, hingga meningkatnya waktu menatap layar gawai kerap memicu keluhan mata kering dan sakit kepala saat berpuasa.
Menjawab berbagai pertanyaan yang kerap muncul di tengah masyarakat, dr. Dewi Kania M, Sp.M., MH.Kes, dokter spesialis mata, mengajak warga untuk lebih peduli terhadap kesehatan mata selama Ramadhan. Menurutnya, kesadaran menjaga kesehatan mata sama pentingnya dengan menjaga kondisi fisik secara umum.
Ia menjelaskan, keluhan mata kering saat berpuasa tergolong wajar. Kondisi ini terjadi karena tubuh mengalami perubahan ritme harian serta terbatasnya asupan cairan di siang hari. Produksi air mata pun bisa berkurang sehingga mata terasa perih, gatal, atau seperti berpasir.
“Selama puasa, produksi air mata bisa berkurang karena asupan cairan tidak seperti hari biasa. Ini yang membuat sebagian orang merasa matanya lebih kering atau perih,” ujarnya.
Selain itu, dr. Dewi juga menanggapi pertanyaan yang kerap muncul setiap Ramadhan terkait penggunaan obat tetes mata. Ia menegaskan bahwa penggunaan obat tetes mata pada dasarnya aman dan tidak membatalkan puasa, selama digunakan sesuai kebutuhan medis dan aturan pemakaian yang benar.
Tak hanya soal mata kering, ia turut mengingatkan pentingnya mengatur waktu penggunaan gawai. Kebiasaan scroll media sosial secara berlebihan, terutama pada malam hari setelah berbuka, dapat memperparah kelelahan mata dan mengganggu kualitas tidur. Kurang istirahat justru akan membuat kondisi tubuh semakin menurun saat berpuasa.
Ia menyarankan masyarakat untuk menerapkan pola hidup seimbang selama Ramadhan, seperti mencukupi kebutuhan cairan saat sahur dan berbuka, mengonsumsi makanan bergizi, serta memberi jeda istirahat pada mata setiap 20 menit saat menggunakan layar digital.
“Daripada overthinking, lebih baik over-learning. Jangan ragu bertanya agar kita bisa menjalani Ramadhan dengan lebih sehat dan nyaman,” pungkasnya.
Redaktur: Ginanjar





