
BANTARGADUNG, sukabumizone.com || Di tengah khidmatnya ibadah di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Pemerintah Desa (Pemdes) Buanajaya, Kecamatan Bantargadung, mengambil langkah proaktif untuk memastikan kesejahteraan sosial warganya tetap terjaga. Bertempat di Aula Kantor Desa Buanajaya belum lama ini, digelar kegiatan Sosialisasi Zakat, Infaq, dan Shodaqoh (ZIS) sebagai upaya transformasi tata kelola dana umat yang lebih terintegrasi.
Langkah ini dipandang strategis mengingat potensi filantropi Islam di tingkat desa sering kali menjadi “katup penyelamat” ekonomi bagi warga kelas bawah, terutama saat menghadapi fluktuasi harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya.
Konsolidasi Ulama dan Umaro
Kegiatan ini menjadi momentum penting dengan hadirnya berbagai pilar kekuatan desa. Mulai dari jajaran Muspika Kecamatan Bantargadung, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD), hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Kepala Desa Buanajaya, Dina Heri Kurniawan, menegaskan bahwa kehadiran seluruh elemen ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk rekonsiliasi untuk menyamakan persepsi dalam pengelolaan ZIS.
“ZIS adalah instrumen kedaulatan ekonomi desa. Melalui sosialisasi ini, kami ingin memastikan bahwa pengumpulan dan pendayagunaan dana umat di Buanajaya berjalan selaras antara syariat agama dan administrasi yang transparan,” ujar Dina kepada sukabumizone.com, Jum’at (6/3).
Menjangkau “Titik Buta” Kemiskinan
Salah satu isu mendalam yang dibahas dalam sosialisasi tersebut adalah akurasi data mustahik (penerima). Pemdes Buanajaya menyadari bahwa bantuan formal dari pemerintah pusat seringkali memiliki keterbatasan cakupan. Di sinilah peran ZIS sebagai instrumen pelengkap yang mampu menjangkau warga di “titik buta”—mereka yang membutuhkan bantuan namun belum tersentuh program bantuan sosial negara.
“Kami menggandeng RT, RW, dan LKD untuk melakukan validasi lapangan. Tujuannya agar distribusi ZIS di Ramadhan 1447 H ini benar-benar tepat sasaran dan merata hingga ke pelosok dusun,” tambah Dina.
Transparansi Sebagai Akar Kepercayaan
Membangun kepercayaan (trust building) antara pembayar zakat (muzakki) dan lembaga pengelola menjadi fokus utama dalam forum ini. Dengan sistem yang lebih profesional, setiap donasi yang masuk diharapkan dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka, sehingga memotivasi warga yang mampu untuk lebih aktif berpartisipasi.
Reporter: Restu Virmansyah
Redaktur: Ginanjar





