
CIKEMBAR, sukabumizone.com ll Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) menggelar kegiatan Gebyar Ramadhan 2026 di Lapang Sepak Bola Bojong, Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Selasa (10/03/2026). Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Maret 2026.
Gebyar Ramadhan digelar sebagai upaya pemerintah daerah untuk mendorong perputaran ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), sekaligus membantu mereka memasarkan produk selama bulan suci Ramadhan.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sukabumi, Dani Tarsoni, mengatakan pada kegiatan tersebut pemerintah daerah memfasilitasi puluhan pelaku usaha untuk membuka stan bazar.
Menurutnya, sekitar 50 pelaku UMKM dan pelaku usaha lainnya terlibat dalam kegiatan tersebut dengan menampilkan berbagai produk, mulai dari makanan olahan, kerajinan, hingga kebutuhan masyarakat lainnya.
“Pada Gebyar Ramadhan 2026 ini terdapat kurang lebih 50 stan yang diisi oleh pelaku UMKM dan pelaku usaha lainnya. Ini merupakan bentuk fasilitasi dari pemerintah daerah untuk membantu mereka memasarkan produknya,” ujar Dani. Kepada sukaabumizone.com Selasa (10/3/2026).
Ia menjelaskan, sektor UMKM memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Bahkan, kontribusinya terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah mencapai sekitar 50 hingga 60 persen.
Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya memberikan dukungan agar pelaku usaha masyarakat dapat berkembang dan semakin kuat dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi.
“Kontribusi sektor usaha masyarakat cukup besar terhadap PDRB daerah. Oleh sebab itu, keberadaan UMKM harus terus kita dorong agar tetap tumbuh dan berkembang,” jelasnya.
Selain menggelar bazar Ramadhan, pemerintah daerah juga menjalankan sejumlah program untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri. Salah satunya melalui kegiatan operasi pasar murah (OPM) yang dilaksanakan di berbagai wilayah.
Dani menuturkan, operasi pasar murah tersebut biasanya dilaksanakan bersamaan dengan agenda Muhibah Ramadhan yang digelar oleh Bupati Sukabumi di sejumlah kecamatan.
“Operasi pasar murah lebih difokuskan pada kebutuhan pokok masyarakat dan biasanya dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Muhibah Ramadhan Bupati di beberapa kecamatan,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya bersama tim pengendali inflasi daerah juga terus melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok di pasar secara rutin setiap hari. Berdasarkan hasil monitoring tersebut, harga-harga masih relatif stabil.
“Kami melakukan monitoring harga setiap hari bersama tim pengendali inflasi daerah. Sampai saat ini harga kebutuhan pokok masih terkendali dan kenaikannya masih dalam batas yang wajar,” ungkapnya.
Apabila ditemukan harga barang yang dijual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET), pihaknya bersama instansi terkait akan segera melakukan penanganan di lapangan.
Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah daerah berharap stabilitas harga kebutuhan pokok selama Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri tetap terjaga, sekaligus dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM.
Reporter : Restu Virmansyah
Redaktur : Ginda Ginanjar





