
SUKARAJA, sukabumizone.com || Matahari mulai condong ke ufuk barat di ruas jalan utama Desa Margaluyu, Kecamatan Sukaraja. Di saat arus lalu lintas mencapai puncaknya oleh para pelaju yang bergegas mengejar waktu berbuka, sebuah pemandangan berbeda tampak di depan Kantor Desa Margaluyu. Bukan razia kendaraan, melainkan sebuah aksi kemanusiaan yang digerakkan oleh kolaborasi lintas generasi.
Pemerintah Desa (Pemdes) Margaluyu, dipimpin langsung oleh Kepala Desa, Utep Sudrajat, menggandeng Karang Taruna Oriza Satipa untuk membagikan paket takjil kepada para pengguna jalan di tengah khidmatnya Ramadhan 1447 Hijriah.
Lebih dari Sekadar Paket Makanan
Kegiatan ini tidak lahir dari sekadar formalitas program kerja. Di balik pembagian puluhan paket takjil tersebut, terdapat misi besar untuk memperkuat kohesi sosial antara aparatur desa dengan masyarakatnya.
Kepala Desa Margaluyu, Utep Sudrajat, yang turun langsung ke aspal jalanan, menegaskan bahwa momen ini adalah cara Pemdes hadir secara fisik dan emosional di tengah warga.
“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran pemerintah desa itu dirasakan nyata, bukan hanya di balik meja kantor. Ramadhan 1447 H ini adalah momentum bagi kami untuk menyapa para pejuang keluarga pengendara motor—yang masih terjebak di jalan saat waktu berbuka tiba,” tutur Utep dengan nada rendah hati kepada media.
Utep menambahkan bahwa pemilihan lokasi di depan kantor desa memiliki nilai strategis. Selain sebagai wajah desa, titik ini merupakan nadi transportasi di Desa Margaluyu yang kerap mengalami kepadatan tinggi menjelang maghrib.
Filosofi “Oriza Satipa”: Energi Muda yang Terarah

Keterlibatan Karang Taruna Oriza Satipa menjadi pembeda dalam aksi tahun ini. Nama “Oriza Satipa” (diambil dari nama ilmiah padi) seolah mencerminkan etos kerja para pemuda desa setempat: kian berisi, kian merunduk, namun tetap memberi manfaat.
Di lapangan, para pemuda ini tidak hanya berperan sebagai penyalur bantuan, tetapi juga menjadi “polisi sosial” yang mengatur ritme lalu lintas agar aksi tersebut tidak menyebabkan kemacetan.
“Keterlibatan aktif generasi muda ini adalah aset. Ini bukti bahwa pemuda Margaluyu memiliki empati yang tajam dan mampu menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam aksi-aksi positif,” puji Utep.
Dampak Nyata bagi Para Pelaju
Bagi para pengguna jalan, satu paket takjil mungkin bernilai sederhana, namun bagi mereka yang terhambat jarak untuk sampai ke rumah, ini adalah sebuah kemewahan kecil.
Mulyadi (45), seorang pengemudi ojek pangkalan yang kerap melintasi jalur tersebut, mengungkapkan rasa syukurnya. “Kadang kita sudah mepet waktu buka tapi penumpang masih ada atau jarak ke rumah masih jauh. Takjil dari Pak Kades dan anak-anak Karang Taruna ini jadi penyelamat kami di jalan,” ungkapnya.
Resume Kegiatan Sosial Margaluyu
Membangun Tradisi Baru
Aksi yang berlangsung tertib dan damai ini ditutup dengan doa bersama sebagai simbol rasa syukur. Harapannya,
“Demam Berbagi” yang diinisiasi oleh Pemdes Margaluyu dan Karang Taruna Oriza Satipa ini tidak berhenti saat Idul Fitri tiba, melainkan menjadi fondasi budaya gotong royong yang permanen di desa tersebut.
Kegiatan ini membuktikan bahwa sinergi antara kebijakan pemerintah desa yang mengayomi dan energi pemuda yang dinamis adalah kunci utama dalam membangun harmoni di tingkat akar rumput.
Reporter: Dede Mardi
Redaktur: Ginanjar





