
NYALINDUNG, sukabumizone.com ll SDN Sirna Galih, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi menggelar dua kegiatan pendidikan sekaligus, yakni Gladi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) Ramadan.
Kedua kegiatan tersebut berlangsung dengan lancar dan mendapat antusias tinggi dari para siswa.
Kepala SDN Sirna Galih, Agus, mengatakan pelaksanaan gladi TKA dilaksanakan selama dua hari, yakni Senin dan Selasa, dengan melibatkan 26 siswa yang dibagi ke dalam dua sesi, masing-masing 13 peserta.
“Alhamdulillah untuk fasilitas di SDN Sirna Galih cukup memadai. Para siswa mengikuti gladi TKA dengan menggunakan Chromebook yang tersedia di sekolah,” ujarnya.
Namun demikian, dalam pelaksanaannya sempat ditemukan kendala teknis, terutama terkait perangkat Chromebook yang belum sepenuhnya bisa digunakan secara optimal karena sistem yang belum diperbarui.
“Beberapa Chromebook sempat mengalami kendala login atau belum update sistem. Kemungkinan ini bukan hanya terjadi di sekolah kami, tetapi juga karena proses pembaruan sistem secara nasional,” jelasnya kepada sukabumizone.com Kamis (12/3/2026).
Selain kendala teknis, tantangan lain yang dihadapi siswa adalah belum terbiasanya mengerjakan soal secara daring.
“Anak-anak sebenarnya sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Hanya saja sebagian masih ragu-ragu karena belum terbiasa mengerjakan soal secara online,” tambahnya.
Selain gladi TKA, SDN Sirna Galih juga menggelar kegiatan Sanlat Ramadan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keagamaan siswa serta membentuk karakter dan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.

“Kegiatan Sanlat ini untuk mendidik anak agar lebih memahami pembelajaran keagamaan. Harapannya selain mendapatkan ilmu, anak juga memiliki perilaku dan kebiasaan baik yang bisa diterapkan di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal,” kata Agus.
Sebelum kegiatan Sanlat berlangsung, para siswa juga telah dibiasakan dengan kegiatan keagamaan seperti membaca surat-surat pendek Al-Qur’an dan melaksanakan salat duha bersama di sekolah.
Menurut Agus, antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan Sanlat cukup tinggi. Meski demikian, faktor cuaca terkadang memengaruhi kehadiran siswa.
“Alhamdulillah anak-anak sangat antusias datang ke sekolah. Hanya saja jika cuaca hujan, tentu ada beberapa yang terkendala untuk hadir,” ungkapnya.
Untuk materi Sanlat, sebagian besar disampaikan oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan dukungan dari guru-guru lainnya.
Ke depan, pihak sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan lebih baik.
“Mudah-mudahan ke depan kegiatan ini bisa lebih baik lagi, baik dari segi materi maupun metode penyampaian, sehingga anak-anak semakin fokus dan lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran,” pungkasnya.
Reporter : Restu Virmansyah
Redaktur : Ginda Ginanjar





