
SUKABUMI, sukabumizone.com || Halaman Masjid Yangkokot bertransformasi menjadi pusat peradaban kecil bagi warga Desa Perbawati, Kecamatan Sukabumi, pada Minggu (15/03).
Ratusan pasang mata menjadi saksi atas puncak Gebyar Ramadhan 1447 H, sebuah manifestasi kegiatan yang menyatukan dimensi syiar agama, penggalian potensi lokal, dan kepedulian sosial dalam satu panggung besar.
Acara penutupan ini bukan sekadar seremoni formalitas. Ia adalah muara dari rangkaian kompetisi panjang yang melibatkan berbagai lapisan usia—mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, Madrasah Diniyah, hingga kelompok Ibu-ibu Majelis Taklim.
Menemukan “Permata Terpendam” di Desa
Panggung utama diramaikan oleh penampilan memukau dari para pemenang. Lantunan ayat suci Al-Qur’an dan hafalan dari para tahfidz cilik memberikan nuansa magis, disusul dengan kreasi seni Islami dan harmonisasi Qosidah yang menghidupkan suasana sore.
Kepala Desa Perbawati, Ruhiyat Iskandar, menegaskan bahwa momentum ini merupakan instrumen penting dalam memetakan sumber daya manusia di wilayahnya. Ia menyebut bahwa potensi-potensi muda selama ini hanya membutuhkan wadah untuk bersinar.

“Alhamdulillah, melalui kompetisi ini, kami berhasil mengidentifikasi bibit-bibit unggul yang selama ini ‘tersembunyi’. Kami menemukan potensi luar biasa yang selama ini belum terjamah, dan ini adalah modal berharga bagi masa depan desa kami,” tutur Ruhiyat dengan nada bangga.
Filantropi di Tengah Kemeriahan
Di balik sorak-sorai kemenangan, nuansa haru menyelimuti momen pembagian santunan. Sebanyak 90 anak yatim dan 15 lansia menerima santunan sebagai bentuk nyata dari nilai-nilai kedermawanan yang diusung sepanjang Ramadhan. Penyerahan santunan ini seolah menjadi pengingat bahwa kemajuan sebuah desa tidak hanya diukur dari prestasi, tetapi juga dari kemampuannya merangkul kelompok yang rentan.
Menjelang azan Maghrib, ketegangan kompetisi mencair saat Asa Chanel Band naik ke atas panggung untuk memberikan hiburan penutup. Suasana kekeluargaan memuncak ketika seluruh warga, panitia, dan tokoh masyarakat bersatu dalam agenda buka puasa bersama.
Eratkan Kohesi Sosial
Bagi Pemerintah Desa Perbawati, esensi utama dari Gebyar Ramadhan melampaui sekadar piala dan hadiah. Ruhiyat menekankan pentingnya kohesi sosial (ikatan sosial) antarwarga.
“Visi kami jelas: mempererat tali silaturahmi. Kami ingin setiap warga memiliki kesadaran kolektif bahwa kita semua adalah satu keluarga besar. Terima kasih kepada seluruh panitia dan stakeholder yang telah bersinergi demi kelancaran acara ini hingga mencapai sukses mutlak,” pungkasnya.
Reporter: Dede Mardi
Redaktur: Ginanjar





