
SUKABUMI, sukabumizone.com || Menjelang fajar kemenangan Idul fitri 1447 Hijriah yang kian mendekat, atmosfer religius menyelimuti Desa Warnasari, Kecamatan Sukabumi. Kepala Desa Warnasari, Umar Yusman, menyampaikan pesan reflektif sebagai representasi ketulusan jajaran pemerintah desa dalam menyongsong hari raya yang suci.
Dalam pernyataan resminya, Umar Yusman menekankan bahwa transisi dari bulan Ramadan menuju Syawal bukan sekadar pergantian kalender, melainkan sebuah eskalasi spiritual bagi seluruh umat Muslim.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan seluruh jajaran aparatur Pemerintah Desa Warnasari, kami memaknai penghujung Ramadan ini sebagai momentum untuk melakukan metamorfosis diri. Setelah sebulan penuh kita ditempa dalam madrasah puasa, harapan kita adalah meraih derajat takwa yang paripurna,” ujar Umar Yusman.
Esensi Hari Kemenangan
Lebih lanjut, Umar menjelaskan bahwa Idul fitri merupakan titik balik untuk kembali ke fitrah—sebuah kondisi tabula rasa di mana hati kembali bersih dari residu khilaf. Beliau mengajak seluruh warga untuk mengedepankan aspek pemaafan yang substantif.
Penyucian Diri: Mengharap agar ibadah yang telah ditunaikan diterima oleh Allah SWT (Taqabbalallahu minna wa minkum).
Harmonisasi Sosial: Mempererat kembali simpul-simpul silaturahmi yang mungkin sempat merenggang.
Optimisme Baru: Membawa semangat Ramadan ke dalam tata kelola kemasyarakatan yang lebih baik di masa depan.
“Di hari yang fitri nanti, mari kita rayakan kemenangan ini dengan kerendahan hati. Mina Aidzin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin atas segala khilaf dalam tutur maupun tindakan selama kami melayani masyarakat,” pungkasnya dengan penuh khidmat.
Reporter: Dede Mardi
Redaktur: Ginanjar





