
SUKABUMI, sukabumizone.com || Menjelang hitungan hari menuju Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Desa Sudajaya Girang, Kecamatan Sukabumi, menyampaikan pesan mendalam bagi seluruh warganya. Bukan sekadar seremonial, momentum lebaran tahun ini dimaknai sebagai titik balik setelah sebulan penuh ditempa ritme ibadah.
Sekretaris Desa Sudajaya Girang, Deden Sutisna, yang mewakili Kepala Desa beserta jajaran perangkat desa, menyampaikan ucapan selamat hari raya dengan nada penuh refleksi.
Melepas Sang Tamu Agung
Bagi Pemerintah Desa Sudajaya Girang, berakhirnya Ramadan menyisakan ruang rindu yang kontras. Ramadan diibaratkan sebagai “tamu agung” yang membawa cahaya ketenangan di tengah hiruk-pikuk rutinitas warga.
“Kini, cahaya itu mulai beranjak. Meninggalkan ruang-ruang masjid yang mulai sunyi dan meja-meja makan yang kembali ke ritme biasa,” ujar Deden.
Pesan ini menekankan bahwa meski Ramadan usai secara penanggalan, nilai-nilai ketenangan dan spiritualitas yang dibawa tidak boleh ikut memudar saat kehidupan kembali ke pola normal.
Pesan Persaudaraan dan Kebahagiaan
Dalam kesempatan tersebut, Deden Sutisna secara resmi menyampaikan permohonan maaf dan harapan bagi seluruh lapisan masyarakat:
“Mewakili Pemerintah Desa, kami mengucapkan Minal Aidin wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin. Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal ya karim.” Ucapnya
Menuju Ritme Baru
Desa Sudajaya Girang berharap Idulfitri 1447 H ini menjadi momentum untuk mempererat kerukunan antarwarga. Pemerintah desa berkomitmen untuk terus membawa semangat “cahaya Ramadan” dalam melayani masyarakat di hari-hari mendatang, memastikan bahwa pelayanan publik tetap berjalan dengan integritas yang telah diasah selama bulan suci.
Reporter: Restu Virmansyah
Redaktur: Ginanjar





