
BANTARGADUNG, sukabumizone.com || Di tengah akselerasi persiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Desa (Pemdes) Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, menunjukkan langkah responsif dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi di tingkat akar rumput.
Bertempat di Gedung Serbaguna Desa Bojonggaling, Rabu (18/03/2026), Pemdes resmi mengeksekusi penyaluran Insentif Kelembagaan Tahap I dan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) sebagai bentuk nyata kehadiran negara bagi warganya.
Penyaluran insentif ini merupakan hasil integrasi strategis antara alokasi APBD dan Dana Bagi Hasil (DBH) Retribusi Daerah Tahun Anggaran 2026. Lebih dari sekadar pemenuhan hak administratif, dana ini adalah instrumen rekognisi atas dedikasi kolektif peran lembaga desa yang selama ini menjadi tulang punggung pelayanan publik di wilayah Desa Bojonggaling.
Secara paralel, intervensi ekonomi juga menyasar aspek kesejahteraan masyarakat melalui distribusi BLT DD kepada 64 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Di tengah fenomena kenaikan harga bahan pokok menjelang lebaran (seasonal inflation), bantuan tunai ini berfungsi sebagai bantalan ekonomi (social safety net) untuk memastikan warga kategori rentan tetap memiliki akses terhadap pemenuhan kebutuhan dasar.
Kepala Desa Bojonggaling, Ferry Hidayat Tullah, menggarisbawahi bahwa ketepatan waktu distribusi adalah kunci efektivitas kebijakan. Ia memastikan seluruh proses birokrasi telah melewati proses validasi yang ketat untuk menghindari distorsi data di lapangan.

“Kami menyadari bahwa momentum menjelang Idul Fitri adalah fase di mana kebutuhan rumah tangga mencapai titik kulminasi. Oleh karena itu, percepatan penyaluran ini adalah harga mati. Tujuannya adalah mereduksi beban finansial warga sekaligus mendorong sirkulasi ekonomi di tingkat lokal agar lebih dinamis,” ungkap Ferry dengan lugas saat memantau jalannya distribusi.
Pantauan di lokasi menggambarkan harmoni antara antusiasme warga dan ketertiban administratif. Senyum sumringah yang terpancar dari para penerima manfaat menjadi indikator kualitatif keberhasilan program. Secara sosiologis, langkah Pemdes Bojonggaling ini tidak hanya memberikan solusi finansial, tetapi juga memperkuat kohesi sosial dan kepercayaan publik terhadap institusi desa.
Menutup rangkaian kegiatan tersebut, Kades Ferry menyampaikan pesan menyentuh menyambut hari kemenangan. Ia menyadari bahwa di balik keberhasilan program, penyempurnaan pelayanan harus terus dilakukan.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan seluruh jajaran Pemerintah Desa Bojonggaling, kami mengucapkan Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Taqabbal Ya Karim. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin atas segala kekurangan dan pelayanan yang mungkin belum maksimal. Semoga hari kemenangan ini membawa ketenangan batin bagi kita semua,” pungkasnya.
Reporter: Restu Virmansyah
Redaktur: Ginanjar





