
SUKABUMI, sukabumizone.com || Awan kelabu duka masih menyelimuti cakrawala Kampung Selabintana Kulon, RT 03/02, Desa Sudajaya Girang, Kecamatan Sukabumi.
Tragedi kebakaran hebat yang memicu amukan si jago merah pada Kamis (19/3) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, telah meluluhlantakkan sedikitnya enam unit hunian. Dalam sekejap mata, impian dan harta benda milik 22 Kepala Keluarga (KK) lumat menjadi abu, menyisakan trauma mendalam bagi para penghuninya.
Namun, di balik hamparan jelaga dan rongsokan bangunan, nyala kemanusiaan justru semakin terang. Arus solidaritas yang mengalir deras menjadi oase bagi para penyintas yang kini tengah berupaya merajut kembali harapan di tengah keterbatasan.

Sekretaris Desa Sudajaya Girang, Deden Sutisna, mengekspresikan rasa haru sekaligus apresiasi yang setinggi-tingginya atas respons kolektif yang diberikan berbagai elemen masyarakat dalam fase tanggap darurat ini. Mewakili otoritas desa dan keluarga terdampak, Deden menegaskan bahwa sokongan moril maupun materil merupakan instrumen krusial dalam proses pemulihan psikologis dan fisik warga.
“Atas nama Pemerintah Desa Sudajaya Girang sekaligus representasi dari keluarga korban, kami menghaturkan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh pihak yang telah bahu-membahu, mengulurkan tangan bagi saudara-saudara kami di RT 03/02,” tutur Deden, kepada sukabumizone.com
Eskalasi bantuan terus berdatangan dari berbagai lini, mulai dari institusi pemerintahan hingga organisasi kemanusiaan lintas sektoral. Deden secara spesifik mengapresiasi dedikasi para relawan dan instansi yang terjun langsung ke episentrum bencana guna memastikan distribusi logistik dasar berjalan akseleratif.

PMI Kabupaten Sukabumi,
Dinsos Kabupaten Sukabumi dan Ibu-ibu Bhayangkari Polda Jabar dan Polres Sukabumi, Hadir memberikan sentuhan kepedulian melalui paket logistik, memberikan penguatan mental bagi para penyintas di masa-masa sulit.
Kendati pasokan logistik saat ini tergolong stabil, tantangan yang lebih masif telah menanti: rehabilitasi dan rekonstruksi. Sebanyak 22 KK tersebut kini terpaksa menempati hunian sementara atau bernaung di rumah kerabat terdekat sembari menanti kepastian pembangunan kembali tempat tinggal mereka.
Pemerintah Desa Sudajaya Girang kini tengah mengintensifkan koordinasi lintas instansi guna memastikan kebutuhan harian korban tidak terputus dan skema pemulihan infrastruktur dapat segera terealisasi. Fenomena gotong-royong ini menjadi bukti otentik bahwa di tengah reruntuhan musibah, kohesi sosial masyarakat Sukabumi tetap tegak tak tergoyahkan.
Reporter: Dede Mardi
Redaktur: Ginanjar





