WARUNGKIARA, sukabumizone.com || Gema takbir yang membahana di langit Desa Sukaharja, Kecamatan Warungkiara, bukan sekadar penanda bergantinya kalender hijriah. Di ambang 1 Syawal 1447 H, Pemerintah Desa (Pemdes) Sukaharja memaknai Idul Fitri 2026 sebagai momentum krusial untuk melakukan rekonsiliasi sosial dan penguatan spiritualitas kolektif.
Kepala Desa Sukaharja, Asep Dedi Suryadi, menegaskan bahwa Idul Fitri adalah muara dari transformasi diri selama sebulan penuh di madrasah Ramadan. Baginya, esensi kemenangan ini terletak pada kemampuan setiap individu untuk meluruhkan ego melalui permohonan maaf yang tulus.
“Atas nama pribadi dan institusi Pemerintah Desa Sukaharja, kami menghaturkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal ya karim. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” tutur Asep Dedi Suryadi dengan penuh khidmat.
Beliau memandang bahwa momentum saling memaafkan merupakan instrumen fundamental untuk menanggalkan residu konflik dan membuka lembaran baru yang lebih jernih. “Harapan kami, cahaya kemenangan ini mampu menyinari setiap relung hati warga dengan kebahagiaan dan keimanan yang kian terakselerasi,” imbuhnya.
Reporter: Dede Mardi
Redaktur: Ginanjar





