SUKABUMI KAB, sukabumizone.com || Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Warungkiara tak hanya diwarnai ibadah, tetapi juga harapan baru bagi ratusan narapidana. Sebanyak 936 warga binaan menerima remisi khusus, bahkan empat di antaranya langsung bebas.
Pelaksanaan Shalat Idul Fitri sekaligus penyerahan Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri Tahun 2026 digelar pada Sabtu (21/03) di Lapangan Lapas Kelas IIA Warungkiara. Kegiatan dimulai sejak pukul 06.00 WIB dan berlangsung khidmat dengan diikuti 1.310 warga binaan, jajaran petugas, serta unsur pesantren.
Dari total 1.064 narapidana yang ada, sebanyak 936 orang dinyatakan berhak menerima remisi. Rinciannya, 139 orang mendapat potongan masa tahanan 15 hari, 573 orang memperoleh remisi satu bulan, 174 orang mendapat satu bulan 15 hari, dan 50 orang menerima remisi dua bulan.
Tak hanya itu, tujuh narapidana memperoleh Remisi Khusus II (RK II). Empat di antaranya langsung dinyatakan bebas, sementara tiga lainnya masih harus menjalani pidana pengganti berupa denda atau subsider.
Sementara itu, sebanyak 128 narapidana tidak diusulkan menerima remisi karena belum memenuhi persyaratan administratif maupun substantif yang telah ditetapkan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan laporan pengumpulan zakat fitrah oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Al Himayah, kemudian dilanjutkan dengan Shalat Idul Fitri yang dipimpin oleh Ustadz Wisnu Wardana, LC dari Pondok Pesantren Modern Assalam Puteri.
Kepala Lapas Kelas IIA Warungkiara Kurnia Panji Pamekas mengatakan, pemberian remisi merupakan bentuk penghargaan dari negara kepada narapidana yang telah menunjukkan perubahan perilaku dan aktif mengikuti program pembinaan. “Remisi ini bukan sekadar pengurangan masa hukuman, tetapi juga simbol kepercayaan negara bahwa warga binaan mampu berubah menjadi lebih baik,” kata Kurnia kepada wartawan.
Acara kemudian ditutup dengan kegiatan halal bihalal antara petugas dan warga binaan, yang berlangsung dalam suasana hangat penuh kebersamaan. “Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif, mencerminkan pembinaan yang berjalan baik di dalam lingkungan Lapas Warungkiara,” pungkasnya.
Redaktur: Ginda Ginanjar





