• Daerah
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
Rabu, April 22, 2026
Sukabumizone
  • HOME
  • NUANSA DESA
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • BERITA
    • PENDIDIKAN
    • INFO
      • Info Layanan
      • TV
      • Lalulintas
      • LBH Pers
      • PROFIL
        • Profil Kecamatan
        • Profil Desa
        • Profil Polsek
        • Profil SMK/Sederajat
        • Profil Sekolah Dasar
        • PAUD
        • PGRI
        • PPNI
        • Profil Yayasan
        • Teras
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • PROMO
      • Kuliner
      • Promo-Sukabumi
No Result
View All Result
  • HOME
  • NUANSA DESA
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • BERITA
    • PENDIDIKAN
    • INFO
      • Info Layanan
      • TV
      • Lalulintas
      • LBH Pers
      • PROFIL
        • Profil Kecamatan
        • Profil Desa
        • Profil Polsek
        • Profil SMK/Sederajat
        • Profil Sekolah Dasar
        • PAUD
        • PGRI
        • PPNI
        • Profil Yayasan
        • Teras
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • PROMO
      • Kuliner
      • Promo-Sukabumi
No Result
View All Result
Sukabumizone
No Result
View All Result
Home Berita Daerah

Jeratan Rentenir Berkedok Koperasi di Sukalarang, Buruh Menjerit: Bunga Capai 30 Persen, ATM Jadi Jaminan

redaktur by redaktur
24 Maret 2026
in Daerah, HEADLINE
0
Ilustrasi

SUKABUMI KAB, sukabumizone.com || Kondisi memprihatinkan dialami sejumlah buruh di kawasan industri Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi. Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, banyak pekerja terjerat utang rentenir yang beroperasi dengan kedok koperasi simpan pinjam (KOSIPA), namun menerapkan bunga tinggi hingga 20-30 persen per bulan.

Praktik pinjaman ini bahkan mensyaratkan kartu ATM sebagai jaminan. Setiap bulan, setelah gaji cair, pihak koperasi langsung mengambil dana dari rekening peminjam.

Seorang buruh pabrik, sebut saja Rina (32), mengaku awalnya hanya meminjam Rp1 juta untuk kebutuhan mendesak. Namun, utangnya dengan cepat membengkak akibat bunga yang mencekik. ‘Setiap bulan harus bayar, bunganya besar. Kalau telat, didatangi dan diancam,” ujarnya Rina dengan wajah cemas.

BacaJuga

Paripurna DPRD, Bupati Sukabumi Siap Tindaklanjuti Rekomendasi LKPJ 2025

Paripurna DPRD, Bupati Sukabumi Siap Tindaklanjuti Rekomendasi LKPJ 2025

21 April 2026
Rapat Dinas April, Bupati Sukabumi Tegas: ASN Harus Disiplin di Tengah Efisiensi Anggaran

Rapat Dinas April, Bupati Sukabumi Tegas: ASN Harus Disiplin di Tengah Efisiensi Anggaran

21 April 2026
Ketua Kwarcab Sukabumi Minta Pramuka Solid Jelang Rakercab dan Jambore Nasional 2026

Ketua Kwarcab Sukabumi Minta Pramuka Solid Jelang Rakercab dan Jambore Nasional 2026

21 April 2026
Jambore IMP Sukabumi, Bupati Asep Japar Tegaskan Peran Strategis Kader Bangun Keluarga Berkualitas

Jambore IMP Sukabumi, Bupati Asep Japar Tegaskan Peran Strategis Kader Bangun Keluarga Berkualitas

21 April 2026

Fenomena ini bukan kasus tunggal. Sejumlah buruh lainnya juga mengalami hal serupa. Keterbatasan akses terhadap lembaga keuangan formal, ditambah kebutuhan mendesak seperti biaya sekolah anak, kontrakan, hingga kebutuhan sehari-hari, membuat mereka terpaksa mengambil pinjaman berisiko tinggi.

Seorang perwakilan komunitas buruh berinisial EA (40) menyebut praktik rentenir di kawasan industri tersebut sudah berlangsung lama dan semakin marak dalam beberapa tahun terakhir. “Banyak buruh yang akhirnya bekerja hanya untuk membayar utang. Ini sangat memprihatinkan,” katanya.

Tak hanya tekanan finansial, dampak psikologis juga dirasakan para korban. Rasa takut, stres, hingga konflik keluarga menjadi konsekuensi yang harus ditanggung. Bahkan, beberapa buruh mengaku mengalami intimidasi dari penagih utang. Lebih mengkhawatirkan, praktik ini diduga melibatkan backing dari oknum organisasi masyarakat (ormas) dan aparat penegak hukum (APH), sehingga para korban merasa semakin tidak berdaya.

Para buruh berharap Pemerintah Daerah segera turun tangan memberikan solusi konkret. Mereka meminta akses pinjaman berbunga rendah, edukasi keuangan, serta penindakan tegas terhadap praktik rentenir ilegal berkedok koperasi.

“Kalau tidak ada bantuan, kami tidak tahu harus bagaimana lagi,” ujar salah seorang buruh lainnya.

Sementara itu, Ketua Umum Paguyuban Maung Sagara, Sambodo Ngesti Waspodo, menilai pemerintah daerah tidak boleh tinggal diam terhadap persoalan ini. Ia menegaskan, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sukabumi harus hadir memberikan solusi bagi buruh terdampak.

Menurutnya, Dinas Koperasi juga wajib melakukan pengawasan ketat terhadap koperasi simpan pinjam yang beroperasi. Mulai dari legalitas, sistem bunga, hingga kesehatan koperasi harus sesuai aturan yang berlaku. “Harus dicek apakah koperasi itu benar-benar memiliki anggota, menjalankan rapat anggota tahunan, dan sesuai regulasi. Jangan sampai hanya kedok untuk melegalkan praktik rentenir,” tegas Sambodo.

Ia juga menyoroti dugaan bahwa koperasi tersebut hanya formalitas, dengan anggota terbatas dari kalangan internal, demi memenuhi syarat administratif pendirian.

Situasi ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk segera melakukan intervensi. Tanpa langkah tegas dan cepat, para buruh akan terus terjebak dalam lingkaran utang yang menyesakkan, sekaligus mencederai prinsip keadilan dan kesejahteraan di lingkungan kerja.

Redaktur: Ginda Ginanjar

Previous Post

Merajut Asa di Balik Puing: UPZ Sudajaya Girang Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran Selabintana

Next Post

Halal Bihalal Jadi Momentum Persatuan, Bupati Asep Japar Ajak Wujudkan Sukabumi Mubarakah

Next Post
Halal Bihalal Jadi Momentum Persatuan, Bupati Asep Japar Ajak Wujudkan Sukabumi Mubarakah

Halal Bihalal Jadi Momentum Persatuan, Bupati Asep Japar Ajak Wujudkan Sukabumi Mubarakah

Please login to join discussion

BERITA POPULER

  • Tolak Kenaikan Upah 6,5 persen Tahun 2025, SP TSK SPSI Kecewa dengan Sikap Apindo

    Tolak Kenaikan Upah 6,5 persen Tahun 2025, SP TSK SPSI Kecewa dengan Sikap Apindo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fakta Menarik Sejarah Berdirinya RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tegas, DPD Golkar Sukabumi Hanya Ajukan Asjap dan Unang untuk Pilkada 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil dan Potensi Desa Nyalindung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PROFIL DESA CARINGIN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
https://sukabumizone.com/wp-content/uploads/2025/07/WhatsApp-Video-2025-07-05-at-14.07.01.mp4
Sukabumizone

© 2022 Sukabumizone - Portal Berita Sukabumi

Redaksi

  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat Penggunaan
  • Kontak Kami
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • HOME
  • NUANSA DESA
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • BERITA
    • PENDIDIKAN
    • INFO
      • Info Layanan
      • TV
      • Lalulintas
      • LBH Pers
      • PROFIL
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • PROMO
      • Kuliner
      • Promo-Sukabumi

© 2022 Sukabumizone - Portal Berita Sukabumi