
SUKARAJA, sukabumizone.com || Koperasi bukan sekadar lembaga simpan pinjam, melainkan jantung mekanisme ekonomi kerakyatan di tingkat akar rumput. Prinsip inilah yang ditegaskan kembali oleh Pemerintah Desa Sukamekar, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, melalui perhelatan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, Jumat (27/03).
Bertempat di Aula Kantor Desa Sukamekar, forum tertinggi dalam struktur koperasi ini tidak hanya menjadi ajang pelaporan angka, tetapi juga ruang refleksi atas ketahanan ekonomi desa di tengah dinamika pasar yang kian kompetitif.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Sukamekar, Andy Rahmadian. Dalam pandangannya, RAT adalah manifestasi dari kedaulatan anggota. Ia menekankan bahwa kesehatan sebuah koperasi tidak hanya dilihat dari sisa hasil usaha (SHU), melainkan dari sejauh mana partisipasi dan kepercayaan anggota tetap terjaga.

“RAT ini adalah mandat konstitusi koperasi yang harus dipenuhi. Kami ingin memastikan bahwa Kopdes Merah Putih berjalan di atas rel profesionalisme. Keterlibatan tim teknis hari ini membuktikan bahwa kita tidak main-main dalam mengelola dana masyarakat,” ujar Andy Rahmadian.
Ada yang berbeda dalam gelaran RAT kali ini. Kehadiran Tenaga Pendamping dari Dinas Koperasi, Project Management Officer (PMO), hingga Business Assistant menunjukkan adanya upaya eskalasi kelas pada Kopdes Merah Putih.
Kehadiran para ahli dan pendamping teknis ini bertujuan untuk:
Audit dan Validasi: Memastikan laporan pertanggungjawaban pengurus sesuai dengan standar akuntansi koperasi yang berlaku.
Pendampingan Strategis: Memberikan proyeksi bisnis kepada pengurus agar koperasi mampu melakukan diversifikasi usaha, tidak hanya terpaku pada pola konvensional.
Mitigasi Risiko: Menganalisis potensi kredit bermasalah dan penguatan modal internal.
Secara substantif, RAT ini menjadi momentum bagi Kopdes Merah Putih untuk bertransformasi menjadi motor penggerak UMKM di Desa Sukamekar.
Dengan adanya pengawalan dari Business Assistant, diharapkan unit-unit usaha yang dikelola koperasi dapat terintegrasi dengan potensi lokal desa, menciptakan siklus ekonomi yang berputar sepenuhnya di dalam desa (circular economy).
Reporter: Dede Mardi
Redaktur: Ginanjar





