
SUKARAJA, sukabumizone com || Pemerintah Desa (Pemdes) Margaluyu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, terus menunjukkan komitmennya dalam melakukan pemerataan infrastruktur. Melalui alokasi Dana Desa (DD) Tahap I Tahun Anggaran 2026, Pemdes Margaluyu sukses merampungkan pembangunan jalan Desa di Kampung Cigadog RT 001/011.
Langkah ini diambil bukan sekadar perbaikan akses, melainkan strategi besar untuk mengoneksikan pusat ekonomi baru di wilayah tersebut.
Pembangunan Berbasis Skala Prioritas
Kepala Desa Margaluyu, Utep Sudrajat, mengungkapkan bahwa proyek perkerasan beton ini merupakan buah dari proses demokrasi tingkat desa yang panjang. Mulai dari Musyawarah Dusun (Musdus), Musyawarah Desa (Musdes), hingga Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes).
“Jalan ini menjadi skala prioritas tahun ini karena fungsinya yang vital. Pembangunan ini adalah mandat dari warga yang kami eksekusi secara transparan menggunakan anggaran DD tahap pertama sebesar Rp 163.703.000,” ujar Utep saat meninjau lokasi pembangunan, Senin (6/4/2026)
Fleksibilitas Volume: Hasil Mufakat Warga
Menariknya, ada penyesuaian teknis dalam pengerjaan jalan ini demi asas manfaat yang lebih luas. Berdasarkan perencanaan awal (Pagu Anggaran), jalan ini diproyeksikan sepanjang 210 meter dengan ketebalan 0,15 meter.
Namun, setelah melalui koordinasi dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan para pemangku kepentingan (stakeholders), disepakati adanya perubahan spesifikasi:
Panjang Jalan: Bertambah dari 210 meter menjadi 310 meter.
Lebar Jalan: Tetap di angka 2,5 meter.
Ketebalan (Tinggi): Disesuaikan menjadi 0,10 meter.

“Penambahan panjang jalan ini bertujuan agar jangkauan manfaatnya lebih luas bagi warga. Keputusan ini diambil secara kolektif agar aksesibilitas di Kampung Cigadog benar-benar terkoneksi secara maksimal,” tambah Utep.
Menyokong Pusat Ekonomi “Merah Putih”
Pembangunan jalan ini tidak berdiri sendiri. Lokasinya yang berada di Kampung Cigadog sangat strategis karena bersinggungan langsung dengan proyek monumental desa lainnya, yaitu Gedung Koperasi Desa Merah Putih.
Saat ini, pembangunan gedung koperasi tersebut telah mencapai progres 80 persen. Kehadiran jalan beton yang mumpuni diharapkan menjadi urat nadi yang memperlancar:
Akses Pendidikan dan Kesehatan: Mempermudah mobilitas siswa dan layanan medis darurat.
Sektor Pertanian: Memangkas biaya logistik warga dalam mengangkut hasil bumi.
Sektor Koperasi: Mendukung distribusi dan aktivitas ekonomi di Gedung Koperasi Merah Putih yang akan segera beroperasi.
Harapan untuk Keberlanjutan
Menutup keterangannya, Utep Sudrajat berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat agar menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap infrastruktur yang telah dibangun.
“Kami berharap warga bersama-sama menjaga dan memelihara jalan ini. Jika dirawat dengan baik, manfaatnya akan dirasakan lebih lama oleh anak cucu kita, dan roda perekonomian Desa Margaluyu akan terus berputar kencang,” pungkasnya.
Reporter: Dede Mardi
Redaktur: Ginanjar





