
WARUNGKIARA, sukabumizone.com || Kondisi memprihatinkan yang terjadi di SDN Kaum, Desa Hegarmana, Kecamatan Warungkiara, akhirnya mendapat perhatian dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi. Sekolah tersebut dilaporkan mengalami kerusakan parah hingga salah satu ruangannya tidak lagi digunakan dan bahkan dihuni oleh kelelawar.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, angkat bicara terkait kondisi tersebut. Ia mengaku telah menerima laporan mengenai kerusakan bangunan sekolah yang dinilai cukup mengkhawatirkan.
“Kami sudah mendapat informasi terkait kondisi SDN Kaum. Dalam waktu dekat, kami akan menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan peninjauan langsung,” ujarnya.
Menurutnya, peninjauan tersebut penting dilakukan guna mengetahui secara pasti penyebab kerusakan yang terjadi, apakah akibat faktor usia bangunan, kurangnya perawatan, atau faktor lainnya.
“Kami ingin memastikan dulu penyebab kerusakannya apa, sehingga nantinya penanganan yang dilakukan bisa tepat sasaran,” jelasnya.
Meski demikian, Dinas Pendidikan memastikan bahwa proses pembelajaran siswa tidak boleh terganggu akibat kondisi tersebut. Untuk itu, pihaknya telah menurunkan tim khusus guna melakukan pengecekan langsung ke lapangan.
“Ya hari ini tentunya kita menugaskan tim di bawah pimpinan Pak Kabid SD untuk melakukan peninjauan survei ke sana. Kemudian juga melihat seperti apa yang sebenarnya terjadi di lapangan,” jelasnya.
Ia juga menyoroti kemungkinan adanya dugaan kelalaian dalam pemeliharaan fasilitas sekolah. Pasalnya, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sejatinya mencakup anggaran untuk perawatan dan pemeliharaan bangunan.
“Di BOS itu ada biaya perawatan. Nah kan gitu, ada pemeliharaan. Tim kita nanti akan melihat, benar tidak ini. Kalau ternyata masih bisa tapi tidak dirawat, berarti satuan pendidikan tersebut tidak melakukan fungsinya,” ungkapnya.
Hasil dari peninjauan tim tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah lanjutan, baik terkait perbaikan, relokasi kegiatan belajar, maupun tindakan lainnya.
Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi berharap, persoalan ini dapat segera ditangani secara tepat tanpa mengorbankan keselamatan siswa maupun kualitas pendidikan di SDN Kaum.
Redaktur: Ruslan AG





