
CICANTAYAN, sukabumizone.com Langkah preventif terhadap ancaman bencana hidrometeorologi terus diperkuat oleh Pemerintah Desa Cimahi, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi. Melalui alokasi Dana Desa, sebuah struktur vital berupa Tembok Penahan Tanah (TPT) kini tengah dikebut pengerjaannya di Kampung Tenjolaya, RT 029/012.
Pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik rutin, melainkan sebuah infrastruktur strategis yang dirancang untuk melindungi kawasan pusat ekonomi desa.
Optimalkan Anggaran SILPA 2025
Proyek infrastruktur ini didanai melalui pos Anggaran Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Dana Desa Tahun 2025. Dengan total nilai investasi sebesar Rp 17.192.000, pemerintah desa berupaya memastikan setiap rupiah yang tersisa dari tahun anggaran sebelumnya kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam bentuk pembangunan yang nyata.
Secara teknis, TPT tersebut memiliki spesifikasi:
Panjang: 60 Meter
Tinggi: 0,5 Meter
Pelaksana: Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Cimahi
Target Waktu: 10 Hari Kalender
Melindungi Marwah Ekonomi: Koperasi Desa Merah Putih
Urgensi pembangunan TPT di titik ini berkaitan erat dengan keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Sebagai tulang punggung ekonomi warga Cimahi, lingkungan koperasi tersebut kerap terancam limpasan air tanah dan risiko pergeseran tanah saat intensitas hujan meningkat.

Kepala Desa Cimahi, H. Wowon, menjelaskan bahwa keberadaan TPT ini akan berfungsi sebagai filter dan penahan aliran air agar tidak merembes masuk ke area inti koperasi.
“Pembangunan TPT ini merupakan sarana penunjang penting bagi Koperasi Desa Merah Putih. Kami membangunnya untuk penahan tanah supaya air tidak masuk ke lingkungan KDMP, terutama di musim penghujan yang seringkali membawa debit air tinggi,” ujar H. Wowon, Rabu (22/4)
Pengerjaan Cepat dan Tepat Sasaran
Di bawah komando TPK Desa Cimahi, pengerjaan yang ditargetkan selesai dalam waktu 10 hari ini menuntut ketelitian ekstra. Meskipun secara vertikal hanya setinggi 0,5 meter, namun bentangan sepanjang 60 meter tersebut diharapkan mampu menjadi sabuk pengaman tanah yang efektif untuk mengarahkan aliran air ke drainase yang semestinya.
Langkah Pemerintah Desa Cimahi ini mendapat apresiasi dari warga sekitar. Pasalnya, keamanan infrastruktur koperasi tidak hanya menjamin keamanan fisik bangunan, tetapi juga memastikan rasa aman bagi para anggota koperasi dalam menjalankan aktivitas ekonomi mereka.
Dengan terlindunginya kawasan KDMP, produktivitas ekonomi diharapkan tetap stabil tanpa terganggu oleh kendala infrastruktur akibat faktor alam.
Reporter: Restu Virmansyah
Redaktur: Ginanjar





