
CIKEMBAR, sukabumizone.com || Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Federasi Serikat Buruh Kimia, Industri Umum, Farmasi dan Kesehatan, yang berafiliasi di bawah naungan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FSB KIKES KSBSI) Sukabumi Raya, menyatakan kesiapannya untuk mengikuti instruksi Dewan Eksekutif Nasional (DEN) KSBSI dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang akan dipusatkan di Monas, Jakarta, 1 Mei 2026.
Ketua DPC FSB KIKES KSBSI Sukabumi Raya, Nendar Supriyatna, SH, mengatakan bahwa dalam momentum May Day tahun ini, KSBSI mengusung sejumlah isu strategis yang menjadi fokus perjuangan kaum buruh. Di antaranya mendesak pemerintah untuk segera menerbitkan undang-undang ketenagakerjaan baru yang lebih berpihak kepada buruh.
Selain itu, KSBSI juga menuntut agar aturan terkait pembatasan outsourcing dikembalikan seperti semula, yakni hanya diperbolehkan pada lima jenis usaha tertentu. Mereka juga mendorong adanya pengaturan batas waktu bagi perusahaan dalam penggunaan tenaga outsourcing.
Tak kalah penting, KSBSI meminta realisasi program perumahan bagi buruh, khususnya di wilayah dengan konsentrasi kawasan industri yang tinggi.
Nendar mengaku, bahwa awalnya pihaknya berencana menggelar aksi unjuk rasa damai di daerah. Namun, setelah melalui berbagai pertimbangan, termasuk adanya instruksi resmi dari pusat, pihaknya memutuskan untuk turut serta dalam aksi di Jakarta.
“Awalnya kami akan melakukan aksi di daerah, tetapi setelah ada instruksi dari pusat dan pertimbangan lainnya, kami sepakat untuk berangkat ke Monas,” kata Nendar, Kamis (30/4/2026).
Untuk mendukung partisipasi tersebut, DPC FSB KIKES KSBSI Sukabumi akan memberangkatkan sekitar dua ribu anggota. Mereka akan diberangkatkan menggunakan sekitar 36 bus dengan kapasitas masing-masing 59 kursi.
Nendar menjelaskan, ribuan peserta akan diberangkatkan dari delapan titik kumpul yang telah ditentukan. Kemudian berkumpul di gerbang Tol Parungkuda sekitar pukul 03.00 WIB sebelum melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.
“Dengan keikutsertaan ini, diharapkan aspirasi buruh dapat tersampaikan secara luas dan menjadi perhatian serius bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan ketenagakerjaan ke depan,” pungkasnya.
Redaktur: Ruslan AG





