
SUKABUMI, sukabumizone.com || SCG terus memperkuat komitmennya dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan dengan membangun fasilitas pemilahan sampah di Kabupaten Sukabumi.
Melalui anak perusahaannya, PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi, perusahaan menghadirkan program SCG Mentari Waste Station sebagai upaya mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.
Berdasarkan siaran pers tertanggal 30 April 2026 di Jakarta, SCG membangun empat fasilitas waste station yang tersebar di Desa Kebonmanggu, Wangunreja, dan Sukamaju.
Selain itu, perusahaan juga menyediakan satu unit mobil pick-up operasional serta mendistribusikan 5.000 karung untuk mendukung aktivitas pemilahan sampah di tingkat masyarakat.
Presiden Direktur PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi, Peramas Wajananawat, menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan prinsip Inclusive Green Growth yang diusung perusahaan.
“Melalui SCG Mentari, kami ingin mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sekaligus menciptakan sistem waste management berbasis komunitas yang berkelanjutan,” ujarnya kepada sukabumizone.com Kamis (30/4/2026).
Fasilitas SCG Mentari Waste Station dirancang untuk mengakomodasi seluruh tahapan pengelolaan sampah, mulai dari pengumpulan, pemilahan, hingga pendistribusian ke pabrik PT Semen Jawa untuk diolah menjadi bahan bakar alternatif.
Kehadiran mobil operasional juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengangkutan sampah di lapangan.
Tak hanya itu, SCG juga membangun bak sampah komunal di Desa Kebonmanggu dan Sirnaresmi sebagai titik pengumpulan sampah organik.
Pengelolaan selanjutnya dilakukan oleh komunitas SCG Mentari Warrior guna memastikan proses berjalan secara berkelanjutan.
Program ini juga menghadirkan pendekatan edukasi publik berbasis seni. SCG menggandeng seniman Sukabumi, Edwin Do, untuk menghadirkan karya mural di area waste station.
Karya tersebut mengusung konsep visual ceria guna mengubah persepsi masyarakat terhadap tempat pengelolaan sampah menjadi ruang yang inspiratif dan edukatif.
Ketua SCG Warrior Mentari, Hadi Permana, mengungkapkan bahwa program ini telah membawa perubahan nyata di masyarakat.
“Kami melihat langsung perubahan di masyarakat sejak SCG Mentari berjalan. Warga kini lebih aktif memilah dan mengelola sampah, serta semakin percaya diri menjalankannya secara mandiri,” ujarnya.
Sejak dimulai pada 2024, program SCG Mentari telah berhasil mengelola lebih dari 11 ton sampah, dengan rata-rata pengumpulan mencapai 2 ton per bulan.
Hingga saat ini, lebih dari 1.000 warga dari lima desa di Kabupaten Sukabumi telah terlibat aktif dalam berbagai kegiatan pemilahan dan pengelolaan sampah.
Melalui program ini, SCG menegaskan komitmennya dalam mendukung terwujudnya Low Carbon Society serta target Net Zero 2050.
Kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan budaya pelestarian lingkungan yang inklusif sekaligus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga.red





