
SUKARAJA, sukabumizone.com || Transparansi dan akuntabilitas kembali menjadi tajuk utama dalam tata kelola pemerintahan Desa Cisarua. Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berdikari, Pemerintah Desa Cisarua, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, menggelar Musyawarah Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Tahunan Tahun Buku 2025. Agenda krusial ini dilaksanakan di Aula Kantor Desa Cisarua pada Kamis (07/05/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan manifestasi dari upaya memperkuat fondasi ekonomi arus bawah di wilayah Kecamatan Sukaraja.
Mekanisme Check and Balances
Acara yang dihadiri oleh sekitar 70 peserta ini mencerminkan tingginya antusiasme warga dalam mengawal aset publik. Peserta terdiri dari unsur Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai lembaga pengawas, tokoh masyarakat, hingga para pelaku unit usaha.
Kepala Seksi Pemerintahan (Kasipem) Kecamatan Sukaraja, yang hadir membuka acara secara resmi mewakili Camat Sukaraja, memberikan apresiasi tinggi terhadap kedisiplinan administratif BUMDes Berdikari. Menurutnya, ketepatan waktu pelaporan adalah indikator kesehatan manajemen organisasi.
BUMDes Sebagai Engine Room Ekonomi Desa
Kepala Desa Cisarua, Ari Yanuar Ismunadi, yang di wakili sekretaris Desa Cisarua Wahyu, dalam pemaparannya menegaskan bahwa BUMDes harus menjadi engine room atau ruang mesin yang menggerakkan kesejahteraan warga. Ia menyoroti bahwa setiap unit usaha yang dikelola wajib menyelaraskan keuntungan profitabel dengan kemanfaatan sosial.
“Kami tidak ingin BUMDes hanya sekadar ada secara legalitas. LPJ ini adalah instrumen kontrol untuk mengukur efektivitas modal yang telah dikucurkan. Fokus kami jelas: setiap rupiah harus mampu memicu pertumbuhan ekonomi lokal dan memberikan kontribusi nyata bagi Pendapatan Asli Desa (PADes),” tegas Wahyu kepada, sukabumizoen.com, Kamis (7/5)
Analisis Capaian dan Strategi Operasional

Dalam bedah laporan sepanjang tahun 2025, terdapat tiga pilar utama yang menjadi sorotan audiens:
Pilar evaluasi deskripsi fokus audit laba-rugi analisis mendalam terhadap performa unit usaha eksisting untuk memastikan keberlanjutan arus kas. Kontribusi PADes penentuan porsi laba bersih yang akan disuntikkan kembali ke kas desa guna mendanai program pembangunan masyarakat.
Diversifikasi 2026, Perumusan unit usaha baru yang lebih adaptif terhadap digitalisasi dan perubahan perilaku pasar.
Tantangan Modernisasi dan Kearifan Lokal
Meskipun laporan tahun 2025 menunjukkan tren pertumbuhan yang positif, forum ini juga menjadi ajang refleksi atas tantangan kompetisi pasar global yang mulai merambah ke tingkat desa. Pengurus BUMDes dituntut tidak hanya piawai secara teknis, tetapi juga inovatif dalam menangkap peluang tanpa meninggalkan akar kearifan lokal.
Kasipem Kecamatan Sukaraja menambahkan bahwa ke depan, BUMDes Berdikari harus mampu bertransformasi menjadi entitas profesional yang mampu bersaing dengan pihak swasta, namun tetap memegang teguh semangat gotong royong.
Penutupan sidang LPJ ini menandai langkah baru bagi Desa Cisarua dalam menyongsong tahun anggaran berikutnya. Dengan keterlibatan aktif 70 tokoh perwakilan masyarakat, legitimasi pengelolaan BUMDes Berdikari semakin kuat.
Keberhasilan memaparkan LPJ secara terbuka ini membuktikan bahwa Desa Cisarua berada pada jalur yang tepat dalam mewujudkan Kemandirian Ekonomi Desa yang berkelanjutan, di mana masyarakat bukan hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek pengawas yang aktif.
Reporter: Dede Mardi
Redaktur: Ginanjar





