• Daerah
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
Jumat, Juni 12, 2026
Sukabumizone
  • HOME
  • NUANSA DESA
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • BERITA
    • PENDIDIKAN
    • INFO
      • Info Layanan
      • TV
      • Lalulintas
      • LBH Pers
      • PROFIL
        • Profil Kecamatan
        • Profil Desa
        • Profil Polsek
        • Profil SMK/Sederajat
        • Profil Sekolah Dasar
        • PAUD
        • PGRI
        • PPNI
        • Profil Yayasan
        • Teras
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • PROMO
      • Kuliner
      • Promo-Sukabumi
No Result
View All Result
  • HOME
  • NUANSA DESA
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • BERITA
    • PENDIDIKAN
    • INFO
      • Info Layanan
      • TV
      • Lalulintas
      • LBH Pers
      • PROFIL
        • Profil Kecamatan
        • Profil Desa
        • Profil Polsek
        • Profil SMK/Sederajat
        • Profil Sekolah Dasar
        • PAUD
        • PGRI
        • PPNI
        • Profil Yayasan
        • Teras
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • PROMO
      • Kuliner
      • Promo-Sukabumi
No Result
View All Result
Sukabumizone
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Jalur Utama Wisata Palabuhanratu Lumpuh Perlahan, 5 Tahun Dibiarkan Amblas dan Berlubang

redaktur by redaktur
25 Mei 2026
in HEADLINE, Peristiwa
0
Potret memperihatinkan, akses jalan menuju tempat Wisata Palabuhan ratu tepatnya di Kampung Nyalindung, Desa Pasirsuren | foto : Ist

SUKABUMI, sukabumizone.com || Akses utama menuju kawasan wisata sekaligus pusat pemerintahan Kabupaten Sukabumi, Palabuhanratu, kian merana. Alih-alih menyuguhkan kenyamanan, jalur vital ini justru dikepung kerusakan parah: aspal hancur, genangan air yang menganga, hingga titik-titik amblas yang memicu kemacetan horor setiap harinya, Senin (25/1/2026).

Titik Terparah: Kampung Nyalindung Jadi Jebakan Macet

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, titik kerusakan paling krusial berada di Kampung Nyalindung, Desa Pasir Suren, Kecamatan Palabuhanratu. Di lokasi ini, infrastruktur jalan tidak lagi sekadar “rusak”, melainkan sudah masuk fase membahayakan.

BacaJuga

Bupati Sukabumi Apresiasi Pembangunan Rumah dan Sarana Ibadah oleh Lapas Warungkiara

10 Juni 2026

Rapur DPRD Kabupaten Sukabumi Sepakati Dua Raperda

10 Juni 2026

SMSI Kabupaten Bekasi Sukses Mengawal Mukab VIII Kadin Kabupaten Bekasi, Doni Ardon: Selamat Heri Noviar Menjadi Ketua Terpilih Secara Aklamasi

9 Juni 2026

PLN UP3 Sukabumi Bersama YBM PLN Tebar Daging Qurban, Wujud Kepedulian dan Berbagi Kebahagiaan di Hari Raya Idul Adha

9 Juni 2026

Penyempitan Jalur: Kendaraan roda dua dan roda empat terpaksa merayap bergantian untuk menghindari lubang dalam.

Efek Domino: Antrean panjang kendaraan menjadi pemandangan harian akibat laju kendaraan yang melambat drastis.

Struktur Labil: Remukan aspal yang rapuh kian terkikis, membuat permukaan jalan menjadi bergelombang ekstrem dan licin saat diguyur hujan.

“Sekarang akibat jalan yang terus dibiarkan seperti ini, banyak pengendara yang kesulitan untuk melintas,” cetus salah seorang warga setempat yang sehari-hari menyaksikan langsung penderitaan para pengguna jalan.

Lima Tahun Diabaikan, Pergeseran Tanah Mengancam

Kerusakan di kawasan Nyalindung ini sebenarnya bukan cerita baru. Warga membeberkan bahwa wilayah tersebut telah mengalami fenomena pergeseran tanah selama kurang lebih lima tahun terakhir.

Ironisnya, meski statusnya merupakan jalur logistik dan wisata yang super sibuk, belum ada tanda-tanda perbaikan menyeluruh secara permanen. Pembiaran selama setengah dekade ini membuat struktur bawah jalan kian rapuh, hingga puncaknya kini mengancam total mobilitas masyarakat.

Urgensi Solusi Permanen, Bukan Sekadar Tambal Sulam

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pergerakan alat berat atau proyek rekonstruksi dari dinas terkait yang menawarkan solusi jangka panjang. Jalur yang seharusnya menjadi “wajah” penghubung menuju destinasi wisata internasional Palabuhanratu kini justru berubah status menjadi titik rawan kemacetan harian dan rawan kecelakaan.

Masyarakat kini menagih janji dan ketegasan pemerintah daerah. Diperlukan langkah konkret yang responsif—bukan sekadar tambal sulam musiman—demi mengembalikan urat nadi perekonomian dan menjamin keselamatan para pengguna jalan.

Reporter: Dede Mardi

Redaktur: Ginanjar

Previous Post

250 Pesilat Pelajar Ramaikan Festival Pencak Silat Kabupaten Sukabumi

Next Post

Hari Kebangkitan Nasional, PLN Hadirkan Promo Tambah Daya Diskon 50 Persen Lewat Program “MeiLaju Lebih Terang”

Next Post
Hari Kebangkitan Nasional, PLN Hadirkan Promo Tambah Daya Diskon 50 Persen Lewat Program “MeiLaju Lebih Terang”

Hari Kebangkitan Nasional, PLN Hadirkan Promo Tambah Daya Diskon 50 Persen Lewat Program “MeiLaju Lebih Terang"

Please login to join discussion

BERITA POPULER

  • Tolak Kenaikan Upah 6,5 persen Tahun 2025, SP TSK SPSI Kecewa dengan Sikap Apindo

    Tolak Kenaikan Upah 6,5 persen Tahun 2025, SP TSK SPSI Kecewa dengan Sikap Apindo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fakta Menarik Sejarah Berdirinya RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tegas, DPD Golkar Sukabumi Hanya Ajukan Asjap dan Unang untuk Pilkada 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil dan Potensi Desa Nyalindung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PROFIL DESA CARINGIN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
https://sukabumizone.com/wp-content/uploads/2025/07/WhatsApp-Video-2025-07-05-at-14.07.01.mp4
Sukabumizone

© 2022 Sukabumizone - Portal Berita Sukabumi

Redaksi

  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat Penggunaan
  • Kontak Kami
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • HOME
  • NUANSA DESA
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • BERITA
    • PENDIDIKAN
    • INFO
      • Info Layanan
      • TV
      • Lalulintas
      • LBH Pers
      • PROFIL
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • PROMO
      • Kuliner
      • Promo-Sukabumi

© 2022 Sukabumizone - Portal Berita Sukabumi