• Daerah
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
Jumat, Juni 12, 2026
Sukabumizone
  • HOME
  • NUANSA DESA
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • BERITA
    • PENDIDIKAN
    • INFO
      • Info Layanan
      • TV
      • Lalulintas
      • LBH Pers
      • PROFIL
        • Profil Kecamatan
        • Profil Desa
        • Profil Polsek
        • Profil SMK/Sederajat
        • Profil Sekolah Dasar
        • PAUD
        • PGRI
        • PPNI
        • Profil Yayasan
        • Teras
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • PROMO
      • Kuliner
      • Promo-Sukabumi
No Result
View All Result
  • HOME
  • NUANSA DESA
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • BERITA
    • PENDIDIKAN
    • INFO
      • Info Layanan
      • TV
      • Lalulintas
      • LBH Pers
      • PROFIL
        • Profil Kecamatan
        • Profil Desa
        • Profil Polsek
        • Profil SMK/Sederajat
        • Profil Sekolah Dasar
        • PAUD
        • PGRI
        • PPNI
        • Profil Yayasan
        • Teras
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • PROMO
      • Kuliner
      • Promo-Sukabumi
No Result
View All Result
Sukabumizone
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Menenun Solidaritas dari Dapur Gizi: Strategi SPPG Bantargadung Mengikis Jarak dengan Akar Rumput

redaktur by redaktur
30 Mei 2026
in HEADLINE
0

BANTARGADUNG, sukabumizone.com || Salah satu tantangan terbesar dari program masif nasional sering kali adalah masalah “jarak”—ketika sebuah kebijakan negara terasa kaku, mekanis, dan asing bagi warga lokal yang menjadi sasarannya. Namun, dinamika berbeda sedang diperlihatkan oleh Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Sukabumi Bantargadung Bojonggaling 2.

Tanpa Protokoler
Di balik kepulan asap dan kesibukan harian meracik ribuan porsi Makan Bergizi Gratis (MBG), lembaga ini menolak menjadi sekadar mesin pengolah makanan. Mereka memilih turun ke tanah, menenun ikatan Emosional, dan melebur bersama warga Kampung Sindangsari, Desa Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jum’at (29/5/2026). Tanpa Protokoler Rumit atau pidato formal yang membosankan, SPPG Bantargadung menerjemahkan kehadiran negara lewat aksi komunal yang menyentuh ranah paling domestik warga: pembagian daging kurban dan aktivasi Jumat Berkah.

BacaJuga

Bupati Sukabumi Apresiasi Pembangunan Rumah dan Sarana Ibadah oleh Lapas Warungkiara

10 Juni 2026

Rapur DPRD Kabupaten Sukabumi Sepakati Dua Raperda

10 Juni 2026

SMSI Kabupaten Bekasi Sukses Mengawal Mukab VIII Kadin Kabupaten Bekasi, Doni Ardon: Selamat Heri Noviar Menjadi Ketua Terpilih Secara Aklamasi

9 Juni 2026

PLN UP3 Sukabumi Bersama YBM PLN Tebar Daging Qurban, Wujud Kepedulian dan Berbagi Kebahagiaan di Hari Raya Idul Adha

9 Juni 2026

Strategi “Dapur Terbuka”: Meruntuhkan Tembok Birokrasi

Aksi penyembelihan dua ekor kambing hari itu sengaja dipusatkan langsung di area operasional dapur MBG, Kampung Sindangsari RT 002 RW 005. Secara spasial dan psikologis, ini adalah langkah taktis. Dapur yang biasanya menjadi area produksi tertutup, hari itu bertransformasi menjadi ruang publik tempat warga dan petugas berbaur tanpa sekat.

Kejelian melihat momentum juga terlihat usai penandatanganan ibadah mingguan. Begitu jemaah melangkah keluar dari masjid pasca-salat Jumat, Tim SPPG sudah bersiap di garis depan. Sebanyak 192 botol minuman segar dibagikan langsung kepada para jemaah yang baru saja menuntaskan ibadah. Sebuah gestur sederhana, namun memiliki dampak psikologis yang mendalam bagi kedekatan emosional warga.

“Alhamdulillah, hari ini kami melaksanakan pemotongan dua ekor hewan kurban dan langsung dibagikan kepada masyarakat sekitar. Tak hanya itu, selepas salat Jumat kami juga mengisi program Jumat Berkah dengan membagikan minuman segar sebanyak 192 botol kepada para jemaah,” ungkap Kepala SPPG Bantargadung Bojonggaling 2, Dede Hermawan, yang akrab disapa Dewan.

Bergerak Melampaui Tugas Fungsi: Melawan Stigma “Menara Gading”

Bagi Dewan, program MBG tidak boleh terjebak dalam stigma “proyek menara gading”—sebuah program yang sukses secara statistik di atas kertas, namun dingin dan asing dari denyut nadi kehidupan sosial di sekitarnya. Menurutnya, pemenuhan gizi fisik (asupan makanan) harus berjalan linier dengan pemenuhan “gizi sosial” (rasa saling percaya dan kebersamaan).

Aksi berbagi ini bukan sekadar agenda tambahan, melainkan sebuah pernyataan sikap (statement) bahwa SPPG adalah bagian integral dari komunitas Bantargadung.

“Kami ingin keberadaan SPPG tidak hanya dikenal sebagai dapur MBG atau tempat memasak saja. Lebih dari itu, tempat ini harus mampu memberikan dampak positif yang nyata dan mempererat hubungan emosional dengan masyarakat,” tegas Dewan. Ia menambahkan, pendekatan kultural dan berbagi seperti ini ditargetkan menjadi agenda berkelanjutan guna menjaga api gotong royong di tingkat tapak agar tidak padam.

Refleksi Akar Rumput: Piring yang Kenyang, Hubungan yang Hangat

Bagi masyarakat Kampung Sindangsari, implikasi dari aksi ini melampaui nilai ekonomis dari sebungkus daging atau sebotol minuman. Kehadiran SPPG di lingkungan mereka kini mengalami pergeseran paradigma. Lembaga tersebut tidak lagi dipandang sebagai unit pelaksana proyek pemerintah yang eksklusif, melainkan sebagai “tetangga baru” yang peka, adaptif, dan tahu cara menghormati kearifan lokal.

Di tengah gempuran zaman yang serba individualis, intervensi sosial spontan seperti ini terbukti ampuh memicu kembali kesadaran bertetangga dan gotong royong antarwarga.

Kesimpulan

Melalui kombinasi antara disiplin ketat standar gizi MBG dan keluwesan aksi humanis di lapangan, SPPG Sukabumi Bantargadung Bojonggaling 2 sedang mengirimkan sebuah pesan filosofis yang kuat: membangun manusia yang sehat, kuat, dan berkualitas tidak bisa diarsiteki hanya dari apa yang tersaji di atas piring makan, melainkan harus dimulai dari rasa kepedulian yang dirawat bersama-sama.

Redaktur: Ginanjar

Previous Post

PLN UP3 Sukabumi Rayakan Idul Adha dengan Penyaluran Hewan Qurban, Wujud Kepedulian dan Kebersamaan

Next Post

Hari Raya Waisak 2026, Lapas Sukabumi Serahkan Remisi Khusus Waisak 2026 kepada 1 Orang Narapidana Beragama Buddha

Next Post
Hari Raya Waisak 2026, Lapas Sukabumi Serahkan Remisi Khusus Waisak 2026 kepada 1 Orang Narapidana Beragama Buddha

Hari Raya Waisak 2026, Lapas Sukabumi Serahkan Remisi Khusus Waisak 2026 kepada 1 Orang Narapidana Beragama Buddha

Please login to join discussion

BERITA POPULER

  • Tolak Kenaikan Upah 6,5 persen Tahun 2025, SP TSK SPSI Kecewa dengan Sikap Apindo

    Tolak Kenaikan Upah 6,5 persen Tahun 2025, SP TSK SPSI Kecewa dengan Sikap Apindo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fakta Menarik Sejarah Berdirinya RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tegas, DPD Golkar Sukabumi Hanya Ajukan Asjap dan Unang untuk Pilkada 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil dan Potensi Desa Nyalindung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PROFIL DESA CARINGIN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
https://sukabumizone.com/wp-content/uploads/2025/07/WhatsApp-Video-2025-07-05-at-14.07.01.mp4
Sukabumizone

© 2022 Sukabumizone - Portal Berita Sukabumi

Redaksi

  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat Penggunaan
  • Kontak Kami
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • HOME
  • NUANSA DESA
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • BERITA
    • PENDIDIKAN
    • INFO
      • Info Layanan
      • TV
      • Lalulintas
      • LBH Pers
      • PROFIL
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • PROMO
      • Kuliner
      • Promo-Sukabumi

© 2022 Sukabumizone - Portal Berita Sukabumi