
CIKEMBAR, sukabumizone.com || Masjid Al Istiqomah di Desa Bojongkembar menjadi saksi penguatan integrasi antara nilai spiritual dan pembangunan formal. Pada Rabu (21/01/2026), ratusan jamaah memadati kegiatan Syahriyahan tingkat Kecamatan Cikembar, sebuah forum bulanan yang kini bertransformasi menjadi katalisator kesejahteraan sosial di bawah kepemimpinan Camat Asep Rusli Rusmawijaya.
Bagi Pemerintah Kecamatan Cikembar, Syahriyahan bukan sekadar seremoni keagamaan. Forum ini diposisikan sebagai jembatan komunikasi dua arah antara pemerintah (Umaroh) dan para pemuka agama (Ulama) untuk menyentuh lapisan masyarakat terdalam (Umat).
Membumikan Visi “Cikembar Jembar” dan Spirit “ARUSLI”
Dalam orasi pembangunannya, Camat Cikembar, Asep Rusli Rusmawijaya, S.Pd.KP., MMPd., memaparkan secara mendalam mengenai filosofi CIKEMBAR JEMBAR. Jargon ini bukan sekadar singkatan, melainkan representasi kualitas sumber daya manusia yang ingin dicapai:
Pangarti: Masyarakat yang memiliki kedalaman ilmu dan pemahaman.
Pangabisa: Masyarakat yang terampil, mandiri, dan berdaya saing.
Manah: Memiliki hati nurani dan etika luhur
Visi tersebut kemudian dikunci dengan metode kerja ARUSLI (Amanah, Responsif, Unggul, Sehat, Lingkungan Nyaman, dan Inovatif). “Kami ingin pelayanan publik di Cikembar tidak hanya cepat, tapi juga menyentuh aspek kemanusiaan. ARUSLI adalah komitmen kami untuk memastikan kehadiran negara dirasakan langsung oleh warga dalam setiap hembusan pembangunan,” tegas Asep Rusli.
Filantropi Masjid: Infaq Peduli Umat sebagai Katup Penyelamat

Poin paling krusial dalam pertemuan ini adalah penguatan program Infaq Peduli Umat. Program ini merupakan bentuk inovasi filantropi lokal yang bertujuan memutus birokrasi yang kaku dalam penanganan masalah sosial darurat.
Selama ini, masyarakat seringkali terkendala prosedur administratif saat membutuhkan bantuan cepat. Melalui Infaq Peduli Umat, dana yang dihimpun secara swadaya dikembalikan secara instan untuk:
Intervensi Kesehatan: Membantu biaya transportasi atau obat-obatan warga miskin yang tidak tercover penuh oleh jaminan kesehatan.
Mitigasi Pasca-Bencana: Memberikan bantuan logistik pertama bagi korban bencana alam di wilayah Cikembar sebelum bantuan daerah turun.
Santunan Kemanusiaan: Menyasar warga yang jatuh ke jurang kemiskinan ekstrem akibat kondisi darurat.
“Sosialisasi ini masif kami lakukan. Tidak hanya di masjid, tapi merambah ke perkantoran dan ruang publik. Kita ingin membangun ekosistem di mana orang yang mampu membantu yang lemah secara sistematis, bukan hanya insidental,” tambah Camat.
Mewujudkan Sukabumi Mubarokah dan Jabar Istimewa
Sinergitas Tiga Pilar (Ulama, Umaroh, Umat) diyakini menjadi modal utama menuju Kabupaten Sukabumi yang Mubarokah. Camat Asep percaya bahwa pembangunan fisik sehebat apa pun akan rapuh tanpa dukungan pondasi moral yang kuat dari para Ulama.
Dengan forum Syahriyahan ini, kendala-kendala di tingkat desa dapat segera dicarikan solusinya melalui musyawarah yang berbasis nilai religius. Harapannya, Cikembar dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain dalam mengelola harmoni sosial dan kemandirian ekonomi umat.
Reporter: Restu Virmansyah
Redaktur: Ginanjar





