
WARUNGKIARA, sukabumizone.com || Penyakit Tuberkulosis (TBC) masih menjadi tantangan kesehatan serius di tingkat nasional maupun daerah. Menyadari hal tersebut, Pemerintah Desa (Pemdes) Sirnajaya bersinergi dengan Puskesmas Warungkiara melakukan langkah jemput bola melalui kegiatan Skrining Sistematis Tuberkulosis bagi masyarakat secara gratis.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Sirnajaya pada Rabu (21/01/2026) ini, menjadi bukti nyata kolaborasi lintas sektor dalam upaya deteksi dini dan pencegahan penyebaran bakteri Mycobacterium tuberculosis di wilayah pedesaan.
Antusiasme Warga di Balik Deteksi Dini
Sejak pagi hari, puluhan warga dari berbagai kedusunan telah memadati area aula desa. Program ini tidak hanya menyasar warga yang memiliki keluhan kesehatan, tetapi juga masyarakat umum guna memastikan tidak adanya kasus TBC yang tidak terdeteksi (missing cases).
Kepala Desa Sirnajaya, Dirman Sudirman, menyatakan bahwa kehadiran program ini sangat krusial bagi kesejahteraan warga. Menurutnya, akses kesehatan yang didekatkan ke lingkungan desa membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya penyakit menular.
“Kami sangat mengapresiasi kerja sama dengan Puskesmas Warungkiara. Respon warga luar biasa antusias. Ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat Desa Sirnajaya untuk hidup sehat semakin meningkat,” ujar Dirman saat memantau jalannya kegiatan.
Mengapa Skrining Sistematis Penting?
Skrining sistematis berbeda dengan pemeriksaan biasa. Dalam proses ini, petugas kesehatan melakukan langkah-langkah terukur untuk menyaring individu yang berisiko tinggi. Hal ini mencakup:
Wawancara Gejala: Pendataan mengenai batuk berkepanjangan, keringat malam, dan penurunan berat badan.
Pemeriksaan Fisik: Pengecekan kondisi umum oleh tenaga medis.
Edukasi Pencegahan: Pemberian informasi mengenai etika batuk dan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
TBC seringkali dianggap sebagai penyakit yang memalukan atau “batuk biasa”, sehingga banyak warga yang terlambat berobat. Dengan adanya skrining gratis ini, Pemdes Sirnajaya dan Puskesmas berupaya menghapus stigma tersebut sekaligus mempermudah akses pengobatan jika ditemukan kasus positif.
Sinergi Menuju Desa Sehat
Langkah ini sejalan dengan target pemerintah pusat untuk mencapai eliminasi TBC. Dengan menemukan kasus lebih awal, risiko penularan di tingkat rumah tangga dapat ditekan seminimal mungkin.
Bagi warga Sirnajaya, kegiatan ini lebih dari sekadar pemeriksaan medis; ini adalah bentuk perlindungan nyata dari pemerintah desa. Dirman Sudirman berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkala agar Desa Sirnajaya tetap menjadi lingkungan yang sehat dan produktif.
“Kesehatan adalah modal utama pembangunan desa. Jika warganya sehat, maka pembangunan ekonomi dan sosial di Sirnajaya pun akan berjalan lebih baik,” pungkasnya.
Reporter: Dede Mardi
Redaktur: Ginanjar





