
JAMPANGTENGAH, sukabumizone.com ll Proses rehabilitasi rumah warga terdampak bencana pergeseran tanah di Kampung Pangantrongan, Kedusunan Gununggedogan, Desa Panumbangan, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, mulai direalisasikan. Total terdapat 16 unit rumah warga yang terdampak dan masuk dalam pengajuan bantuan.
Kepala Desa Panumbangan, Lalan Jaelani, yang diwakili kasi Perencanaan Desa Panumbangan, Anwar, menyampaikan bahwa proses pengajuan bantuan telah melalui tahapan panjang. Pengusulan dimulai dari tingkat desa, kemudian diteruskan ke Pemerintah Kabupaten Sukabumi hingga ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Pengajuan awal disampaikan kepada Gubernur Jawa Barat, lalu dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Alhamdulillah, berkat kerja keras semua pihak, bantuan ini akhirnya bisa direalisasikan,” ujar Anwar kepada sukabumizone.com, Senin (26/1/2026).
Dalam pelaksanaannya, tim dari unsur penanggulangan dan mitigasi bencana turut hadir melakukan survei serta kajian lapangan. Dari total 16 rumah yang terdampak, 9 unit telah direalisasikan pembangunannya, sementara 7 unit lainnya masih dalam tahap proses lanjutan.
Anwar menjelaskan, sebagian warga terdampak telah menunggu cukup lama, bahkan lebih dari satu tahun, akibat berbagai kendala administrasi dan status lahan. Diketahui, beberapa rumah berdiri di atas lahan dengan status eks Hak Guna Usaha (HGU) sehingga membutuhkan penanganan dan kesepakatan khusus.
“Untuk rumah yang dibangun secara mandiri, disepakati adanya bantuan subsidi sebesar Rp10 juta per unit, sedangkan rumah yang dibangun dari nol mendapatkan bantuan sebesar Rp25 juta per unit,” jelasnya.
Atas terealisasinya bantuan tersebut, Ketua RW 04 Kampung Pangantrongan, Herdi, mewakili warga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Saya atas nama warga Kampung Pangantrongan, khususnya yang terdampak bencana, mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan, Ibu Dewan Ibu Asri, Bapak Bupati, serta seluruh tim yang terlibat, termasuk tim yang diketuai oleh Bapak Haji Incep,” ucapnya.
Terkait kendala di lapangan, Herdi mengungkapkan bahwa cuaca ekstrem menjadi hambatan utama, terutama dalam proses distribusi material bangunan. Selain itu, kondisi akses jalan yang rusak turut menyulitkan mobilitas kendaraan pengangkut material.
“Harapan kami ke depan, akses jalan menuju kampung ini juga bisa diperbaiki oleh dinas terkait, karena sangat penting untuk kelancaran aktivitas warga sehari-hari,” tambahnya.
Ia juga menyatakan dukungan penuh terhadap program rehabilitasi tersebut dan berharap pembangunan sisa rumah warga dapat segera diselesaikan.
Reporter : Restu Virmansyah
Redaktur : Ginda Ginanjar





