
CIKEMBAR, sukabumizone.com ll Sebuah insiden ledakan yang diduga kuat berasal dari kebocoran gas LPG terjadi di Kampung Cisalak, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu malam (25/1/2026).
Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang ibu rumah tangga bernama Lilis (60) mengalami kondisi cukup serius dan hingga kini masih dalam keadaan trauma.
Ledakan tersebut sempat mengagetkan warga sekitar dan menimbulkan kepanikan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban langsung dilarikan untuk mendapatkan penanganan medis dan saat ini tengah dirawat di RSUD Syamsudin SH, Kota Sukabumi.
Kepala Desa Parakanlima, Mirwanda, yang menjenguk korban di rumah sakit, menyampaikan bahwa dari keterangan keluarga korban, kejadian tersebut terbilang tidak biasa. Pasalnya, sebelum ledakan terjadi tidak terdeteksi adanya tanda-tanda kebocoran gas.
“Dari kronologi yang kami terima, ledakan justru terjadi bukan saat api kompor dinyalakan, melainkan setelah api dipadamkan. Ini yang membuat kejadian tersebut cukup mengagetkan,” ujar Mirwanda, kepada sukabumizone.com Senin (26/1/2026).
Ia menambahkan, berdasarkan keterangan saksi, ledakan tidak terjadi sekali, melainkan berupa semburan api yang muncul hingga tiga kali. Semburan api tersebut diduga kuat berasal dari kebocoran gas LPG, kemungkinan pada bagian selang atau regulator.
“Saksi menyebutkan ada semburan api sampai tiga kali. Dugaan sementara mengarah pada kebocoran di selang atau regulator tabung gas,” jelasnya.
Mirwanda juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini korban beserta keluarganya masih dalam kondisi kaget dan trauma akibat kejadian tersebut.
Atas insiden ini, pihak pemerintah desa mengimbau masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dalam penggunaan gas LPG dan api di rumah.
Warga diminta tidak mengabaikan potensi kebocoran meskipun tidak tercium bau gas atau terlihat tanda-tanda mencurigakan.
“Masyarakat jangan menganggap remeh. Selang dan regulator harus dicek secara berkala, minimal dua minggu sekali. Kebocoran bisa terjadi karena usia pakai, pemasangan yang kurang tepat, atau bahkan akibat digigit tikus,” tegasnya.
Dengan adanya pengecekan rutin, diharapkan risiko kebocoran gas serta potensi kecelakaan serupa dapat diminimalisir. Warga juga diimbau segera mengganti peralatan gas yang sudah tidak layak pakai demi keselamatan bersama.
Reporter : Restu Virmansyah
Redaktur : Ginda Ginanjar




