
CIKEMBAR, sukabumizone.com || Di tengah gempuran gaya hidup individualis di era modern, warga Kampung Tanjakan Lengka, Desa Parakanlima, menunjukkan bahwa kekuatan komunal masih menjadi fondasi utama pembangunan desa. Kamis (29/01), puluhan warga RT 04/04 Kedusunan Mekarsari bersatu padu dalam aksi gotong royong berskala besar.
Kegiatan ini menyasar dua titik krusial: perbaikan akses jalan lingkungan dan revitalisasi kebersihan Masjid Jami As-Sobru. Menariknya, gerakan ini lahir murni dari inisiatif warga tanpa perlu instruksi formal dari pihak desa.
Menambal Harapan di Musim Penghujan
Fokus utama kerja bakti kali ini adalah memperbaiki jalan lingkungan yang mulai mengalami kerusakan serius. Permukaan beton yang terkelupas dan lubang-lubang yang menganga menjadi target utama penambalan.
Kondisi ini diperparah dengan tingginya intensitas hujan belakangan ini. Selain jalan, drainase atau saluran air juga dibersihkan guna memastikan aliran air lancar dan tidak meluap ke badan jalan yang dapat mempercepat kerusakan infrastruktur.
“Kegiatan ini dilaksanakan dengan kesadaran penuh masyarakat. Mereka berinisiatif sendiri tanpa harus menunggu imbauan. Saya sangat bangga dengan antusiasme ini,” ujar Pardi, Ketua RT 04, di sela-sela kegiatan.
Kolaborasi Lintas Generasi di Masjid Jami As-Sobru

Tak hanya infrastruktur jalan, geliat gotong royong juga terasa di area Masjid Jami As-Sobru. Di sini, nampak pembagian tugas yang apik:
Kaum Ibu dan Remaja: Berfokus pada sanitasi lingkungan, mulai dari menyisir sampah hingga memangkas rumput liar yang mulai rimbun di area halaman masjid.
Pemuda Masjid: Mengambil peran lebih teknis dengan memanjat atap untuk memperbaiki genting-genting yang bocor, memastikan kenyamanan jemaah saat beribadah di musim hujan.
Sinyal Positif Modal Sosial
Fenomena di Kampung Tanjakan Lengka ini menjadi bukti bahwa modal sosial—kepercayaan dan kerjasama antarwarga—masih sangat kuat di Kabupaten Sukabumi. Perbaikan jalan secara swadaya ini tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga memupuk rasa memiliki terhadap fasilitas publik yang ada.
Pardi berharap semangat ini terus terjaga, karena pembangunan fisik akan terasa sia-sia tanpa dibarengi dengan semangat merawat yang lahir dari masyarakat itu sendiri.
Reporter: Restu Virmansyah
Redaktur: Ginanjar





