
WARUNGKIARA, sukabumizone.com || Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Warungkiara dan Bantargadung melakukan pertemuan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ada di wilayahnya, (29/1/2026).
Selain Forkopimcam Warungkiara, Bantargadung, dan petugas SPPG MBG, kegiatan yang dipusatkan di gedung Madinah Pondok Pesantren Assalam Putri, Desa Sukaharja, Kecamatan Warungkiara. Kabupaten Sukabumi itu, juga dihadiri oleh ketua Yayasan pengelola MBG, seluruh kepala desa serta lembaga desa.
Danramil 2203/Warungkiara, Kapten Infanteri Agus Rahman, mengatakan kegiatan hari ini difokuskan pada perencanaan dan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG yang sudah berjalan selama dua tahun.
“Kita ingin mengembalikan fokus program ini sesuai tujuan awalnya. Sasaran utama memang penerima manfaat yang ditingkatkan gizinya, namun di sisi lain perputaran ekonomi di sekitar dapur sehat juga harus berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia menegaskan, selama ini perputaran ekonomi yang muncul dari aktivitas dapur MBG seharusnya melibatkan supplier lokal. Namun dalam praktiknya, tidak semua dapur menjalankan mekanisme tersebut.
“Kenyataannya, masih ada dapur yang belum melibatkan supplier lokal. Padahal manfaat ekonomi dari program ini seharusnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar,” tegasnya.
Karena itu, pihaknya kembali mengingatkan yayasan-yayasan pengelola dapur MBG agar membuka ruang seluas-luasnya bagi supplier lokal.
“Kami mengingatkan agar yayasan melibatkan supplier lokal, sehingga dampak ekonominya benar-benar terasa oleh warga di sekitar dapur,” katanya.
Kapten Agus juga mengungkapkan, sebelum rapat koordinasi ini digelar, banyak masukan yang diterima dari masyarakat. “Sebagai pembina wilayah, pihaknya memiliki tanggung jawab untuk menjembatani berbagai persoalan yang muncul di lapangan,” jelasnya.
“Salah satu persoalan yang kami dorong solusinya adalah supplier lokal yang belum dimaksimalkan. Ke depan, ini bisa diwadahi melalui BUMDes ataupun koperasi KDMP,” tambahnya.
Ia memahami bahwa terdapat regulasi baru yang memungkinkan yayasan menyuplai sendiri bahan makanan. Namun, kebijakan tersebut tidak boleh mengesampingkan potensi wilayah.
“Kami meminta kebijakan dari yayasan agar tetap mengoptimalkan potensi lokal, terutama sumber-sumber pangan yang bisa dimanfaatkan di dapur,” tambahnya.
Ke depan, rapat koordinasi ini akan dilaksanakan secara rutin setiap triwulan. Kapten Agus berharap ada inisiatif dari koordinator SPPG di masing-masing kecamatan.
“Koordinator SPPG di Warungkiara dan Bantargadung harus bisa mengomunikasikan ini ke seluruh yayasan, baik yang sudah berjalan maupun yang belum. Kita awali dengan kerja sama KDMP, BUMDes, dan UMKM,” bebernya.
Sementara itu, Camat Bantargadung, Syaripudin Rahmat, menyampaikan dukungannya terhadap pertemuan tersebut. “Kami sangat mendukung. Dengan program ini ke depan bisa terbangun kolaborasi dan sinergi dengan BUMDes maupun Koperasi Desa Merah Putih,” ucapnya.
Ia menambahkan, selama empat bulan menjabat, komunikasi dengan para SPPG sudah mulai terjalin dengan baik. “Alhamdulillah, komunikasi sudah berjalan. Terkait isu belum dilibatkannya UMKM, BUMDes, dan kelompok tani, hari ini atas inisiasi Danramil semua pihak dikumpulkan untuk memfasilitasi produk lokal dan produk unggulan desa,” jelasnya.
Senada dengan Syaripudin Rahmat, Camat Warungkiara, Toni Sugiharto, pun mengatakan hal serupa. Ia menilai pertemuan tersebut membawa pencerahan bagi semua pihak.
“Pertemuan ini sudah selesai dan memberikan sedikit pencerahan,” katanya.
Namun ia juga mengakui, dalam tiga bulan terakhir koordinasi antara SPPG dan MBG di tingkat Kecamatan Warungkiara belum berjalan optimal. “Dari lima dapur yang ada, baru satu yang intens berkoordinasi. Kami mohon ke depan ada kerja sama yang lebih baik antara BUMDes dan pihak SPPG,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini menghasilkan langkah konkret. “Kami berharap ada sinkronisasi data dan saling mendukung antara BUMDes dan SPPG, sehingga program MBG benar-benar memberi manfaat luas,” tutupnya.
Redaktur: Ruslan AG





