• Daerah
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
Minggu, Januari 18, 2026
Sukabumizone
  • HOME
  • NUANSA DESA
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • BERITA
    • PENDIDIKAN
    • INFO
      • Info Layanan
      • TV
      • Lalulintas
      • LBH Pers
      • PROFIL
        • Profil Kecamatan
        • Profil Desa
        • Profil Polsek
        • Profil SMK/Sederajat
        • Profil Sekolah Dasar
        • PAUD
        • PGRI
        • PPNI
        • Profil Yayasan
        • Teras
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • PROMO
      • Kuliner
      • Promo-Sukabumi
No Result
View All Result
  • HOME
  • NUANSA DESA
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • BERITA
    • PENDIDIKAN
    • INFO
      • Info Layanan
      • TV
      • Lalulintas
      • LBH Pers
      • PROFIL
        • Profil Kecamatan
        • Profil Desa
        • Profil Polsek
        • Profil SMK/Sederajat
        • Profil Sekolah Dasar
        • PAUD
        • PGRI
        • PPNI
        • Profil Yayasan
        • Teras
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • PROMO
      • Kuliner
      • Promo-Sukabumi
No Result
View All Result
Sukabumizone
No Result
View All Result
Home Berita

Owa Jawa Kerap Satroni Pemukiman Warga Lengkong

by
20 April 2017
in Berita, HEADLINE
0

imagesSUKABUMI — Satu kelompok hewan yang hampir punah Owa Jawa seringkali terlihat turun ke permukiman warga di Desa Lengkong, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Mereka memasuki perkampungan warga untuk mencari makanan.

Informasi yang diperoleh Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga (PPSC), satu kelompok Owa Jawa itu terdiri atas tujuh ekor. Mereka tepatnya berada di Blok Mahoni yang berada di kawasan milik Perhutani. Lokasi keberadaan Owa Jawa ini tidak jauh dari jalan raya ke Jampang atau sekitar 500 meter dari pinggiran jalan. Namun kata Budiharto, Owa Jawa tersebut saat ini kesulitan mendapatkan makanan di hutan maka mereka terpaksa turun ke permukiman warga.

Aktivis PPSC Budiharto mengatakan, warga pun selama ini secara sukarela sudah memberikan makanan berupa pisang kepada hewan tersebut. “PPSC berharap masyarakat bisa hidup selaras dengan sekelompok Owa Jawa tersebut,” kata Bidiharto kepada wartawan.

BacaJuga

Prof Abdul Latif: Sikap Diam Kejati Sumbar Soal Kasus Bank Nagari Berpotensi Melanggar Hukum

Prof Abdul Latif: Sikap Diam Kejati Sumbar Soal Kasus Bank Nagari Berpotensi Melanggar Hukum

17 Januari 2026
Ketua STIE PASIM Sukabumi Hadiri Peresmian PASIM Go Training Center

Ketua STIE PASIM Sukabumi Hadiri Peresmian PASIM Go Training Center

17 Januari 2026
PWI Pusat Rampungkan Draf Penyempurnaan PD/PRT, Perjelas Mekanisme Pemilihan Ketum dan Pembentukan Majelis Tinggi

PWI Pusat Rampungkan Draf Penyempurnaan PD/PRT, Perjelas Mekanisme Pemilihan Ketum dan Pembentukan Majelis Tinggi

17 Januari 2026
Lailatul Ijtima di Pendopo, Bupati Sukabumi Ajak Perkuat Ukhuwah dan Sinergi Pembangunan

Lailatul Ijtima di Pendopo, Bupati Sukabumi Ajak Perkuat Ukhuwah dan Sinergi Pembangunan

16 Januari 2026

Diantaranya, dengan tidak mengganggu keberadaannya dan memberi makan Owa Jawa. ‘’Jika ingin memberi makan tidak boleh secara langsung melainkan dengan cara digantung buah pisangnya,’’ paparnya.

Hal ini, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Keberadaan Owa Jawa ini, sulit untuk direlokasi ke daerah lain karena memang lokasi tersebut merupakan habitatnya. Sehingga cara yang terbaik adalah warga bisa hidup selaras berdampingan dengan Owa Jawa. Sebenarnya Owa Jawa di Blok Mahoni in awalnya hanya sebanyak enam ekor.  “Tetapi, dalam perkembangannya lahir satu ekor Owa Jawa. Di blok kawasan hutan lainnya terang dia diperkirakan masih ada kelompok Owa Jawa lainnya,” tandasnya.

Owa Jawa merupakan salah satu binatang yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. “Selain itu Owa Jawa masuk ke dalam Appendix 1 Convention on International Trade in Endagered Spesies of Wild Fauna and Flora (CITES),” ulasnya.

Salah seorang warga Lengkong, Tini Kasmawati (30) menerangkan, hewan Owa Jawa memang sudah beberapa kali turun gunung dan memasuki perkampungan warga. ‘’Mereka biasanya turun dari hutan dan masuk ke rumah untuk mencari makan,’’ terangnya.

Tini menerangkan, warga juga sudah beberapa kali menyiapkan makanan di dalam ember yang digantung. Nantinya, Owa Jawa itu akan memakan pisang yang ada di tempat tersebut. “Selama ini ungkap dia belum ada warga yang diserang oleh Owa Jawa tersebut,” singkatnya. Rol

Previous Post

Djadjang Boyong 21 Pemain ke Bogor

Next Post

Lima Pegawai di Food Court Yogya Sukabumi Terluka Akibat Ledakan Tabung Gas

Next Post
Lima Pegawai di Food Court Yogya Sukabumi Terluka Akibat Ledakan Tabung Gas

Lima Pegawai di Food Court Yogya Sukabumi Terluka Akibat Ledakan Tabung Gas

BERITA POPULER

  • Tolak Kenaikan Upah 6,5 persen Tahun 2025, SP TSK SPSI Kecewa dengan Sikap Apindo

    Tolak Kenaikan Upah 6,5 persen Tahun 2025, SP TSK SPSI Kecewa dengan Sikap Apindo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fakta Menarik Sejarah Berdirinya RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tegas, DPD Golkar Sukabumi Hanya Ajukan Asjap dan Unang untuk Pilkada 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil dan Potensi Desa Nyalindung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PROFIL DESA CARINGIN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
https://sukabumizone.com/wp-content/uploads/2025/07/WhatsApp-Video-2025-07-05-at-14.07.01.mp4
Sukabumizone

© 2022 Sukabumizone - Portal Berita Sukabumi

Redaksi

  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat Penggunaan
  • Kontak Kami
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • HOME
  • NUANSA DESA
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • BERITA
    • PENDIDIKAN
    • INFO
      • Info Layanan
      • TV
      • Lalulintas
      • LBH Pers
      • PROFIL
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • PROMO
      • Kuliner
      • Promo-Sukabumi

© 2022 Sukabumizone - Portal Berita Sukabumi