SUKABUMI — Dua balita korban keracunan bubur masih mendapatkan perawatan di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, Senin (6/11). Sementara, puluhan warga lainnya yang mengalami keracunan telah dipulangkan karena kondisi kesehatannya membaik.
Sebelumnya puluhan warga di Kelurahan/Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi mengalami keracunan makanan karena mengonsumsi bubur ayam pada Minggu,(5/11). Para korban keracunan langsung mendapatkan penanganan medis di dua rumah sakit yakni RSUD R Syamsudin SH serta RSUD Al Mulk.
“Korban keracunan yang dirawat hingga Senin siang tersisa dua orang,” kata Ketua Tim Penanganan Informasi dan Keluhan RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi Wahyu Handriana kepada wartawan, Senin (6/11). Awalnya, kata dia, jumlah warga yang mengalami gejala keracunan mendapatkan penanganan medis di rumah sakit mencapai 29 orang.
Dari jumlah itu, yang mendapatkan perawatan intensif sebanyak enam orang. “Rinciannya, lima orang anak-anak termasuk balita di dalamnya dan satu orang dewasa,” ujarnya.
Pada Senin pagi, empat pasien korban keracunan mulai berangsur pulih kesehatannya serta diperbolehkan pulang. “Dua pasien yang masih dirawat adalah balita dan direncanakan pada Selasa (7/11) sudah diperbolehkan pulang,” tuturnya.
Menurutnya, peningkatan jumlah pasien dengan gejala diare dan muntah-muntah terjadi pada Minggu pagi hingga malam hari. “Dari pengakuan warga, mereka mengalami gejala keracunan setelah makan bubur ayam di sekitar rumahnya,” ungkap dia.
Para pasien mengalami gejala seperti muntah-muntah, mencret hingga dehidrasi. Ia menerangkan, sampel makanan dan muntahan telah diambil oleh petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Sukabumi. “Hal tersebut untuk memastikan penyebab pasti terjadinya keracunan. Pemkot Sukabumi akan meningkatkan upaya pengawasan makanan atau jajanan di tengah masyarakat. Langkah ini untuk mencegah terulangnya kasus keracunan makanan,” pungkasnya. Rol




