
NYALINDUNG – Dua mahasiswa Universitas Muhamadiyah Sukabumi (UMMI) Sukabumi, melakukan serangkaian observasi ketahanan pangan terhadap korban pergerakan tanah yang tinggal di tempat Hunian Sementara (Huntara) di Kampung Gunungbatu, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi.
Keduanya, melakukan analisa kondisi kehidupan korban pergerakan tanah dari berbagai sudut pandang, terutama terkait dampak ekonomi pasca warga meninggalkan rumah dan tinggal di Huntara.
“Mahasiswa UMMI ini melakukan penelitian terkait dampak dari bencana alam pergerakan tanah bagi masyarakat yang menjadi korban dan kini tinggal di Huntara,” kata Kasi Kesra Desa Kertaangsana Budi Nugraha, Kamis (13/08/2022).

Budi menyebut, mereka membawa kusioner atau metode pengumpulan data berisi daftar pertanyaan. Satu diantaranya, perbandingan taraf ekonomi dari awal bencana hingga proses pemulihan saat ini.
“Apakah pendapatan mereka stabil, meningkat atau malah menurun, antara saat tinggal di lokasi Huntara dengan ketika masih tinggal di rumah mereka yang dulu,” jelasnya.
Masih kata Budi, profesi korban bencana saat ini juga tak luput dari penelitian mahasiswa. Mereka mendata berapa banyak masyarakat yang masih menjadi petani dan atau sudah alih profesi, yang nganggur serta pekerjaan lainnya.
“Dua mahasiswa baru datang hari kemarin dan telah meminta ijin ke pemerintah desa, mahasiswa juga membawa bingkisan sebagai oleh-oleh bagi penghuni Huntara berupa minyak goreng,” tandasnya.
Penulis : Wafik Hidayat
Editor : Andi




