• Daerah
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
Jumat, Januari 2, 2026
Sukabumizone
  • HOME
  • NUANSA DESA
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • BERITA
    • PENDIDIKAN
    • INFO
      • Info Layanan
      • TV
      • Lalulintas
      • LBH Pers
      • PROFIL
        • Profil Kecamatan
        • Profil Desa
        • Profil Polsek
        • Profil SMK/Sederajat
        • Profil Sekolah Dasar
        • PAUD
        • PGRI
        • PPNI
        • Profil Yayasan
        • Teras
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • PROMO
      • Kuliner
      • Promo-Sukabumi
No Result
View All Result
  • HOME
  • NUANSA DESA
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • BERITA
    • PENDIDIKAN
    • INFO
      • Info Layanan
      • TV
      • Lalulintas
      • LBH Pers
      • PROFIL
        • Profil Kecamatan
        • Profil Desa
        • Profil Polsek
        • Profil SMK/Sederajat
        • Profil Sekolah Dasar
        • PAUD
        • PGRI
        • PPNI
        • Profil Yayasan
        • Teras
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • PROMO
      • Kuliner
      • Promo-Sukabumi
No Result
View All Result
Sukabumizone
No Result
View All Result
Home Berita Daerah

Pertaruhkan Nyawa, Siswa Terpaksa Lintasi Jembatan Rusak ke Sekolah

redaktur by redaktur
23 Juli 2024
in Daerah, HEADLINE, Pendidikan
0
Sejumlah siswa madrasah diniyah terpaksa bergelantungan melewati jembatan yang kondisinya sudah miring untuk pergi ke sekolah. | Foto: Ist

LENGKONG, sukabumizone.com || Jembatan gantung penghubung Kampung Cigirang, Desa Neglasari, Kecamatan Lengkong, dan Kampung Pamoyanan, Desa Bantarpanjang, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, rusak dan miring akibat diterjang banjir bandang pada 15 Juni, lalu.

Jembatan yang memiliki panjang 30 meter dan lebar 1,70 meter, melintang di atas sungai Cikaso itu kondisinya kini sangat memprihatinkan.

Walau kondisinya miring, namun warga, guru hingga siswa tetap menggunakan jembatan itu dengan cara bergelantung. Alasannya, jika menggunakan akses jalan lain cukup memakan waktu hingga 3 jam untuk pulang pergi.

BacaJuga

Tetaplah Bodoh

Tetaplah Bodoh

2 Januari 2026
Danantara Sinergikan BUMN Bangun Huntara di Aceh Tamiang, PLN Sambung Listrik untuk Semua Rumah dan Fasum

Danantara Sinergikan BUMN Bangun Huntara di Aceh Tamiang, PLN Sambung Listrik untuk Semua Rumah dan Fasum

2 Januari 2026
Pantau Malam Pergantian Tahun, Wabup Sukabumi Apresiasi Soliditas Lintas Sektor

Pantau Malam Pergantian Tahun, Wabup Sukabumi Apresiasi Soliditas Lintas Sektor

1 Januari 2026
Doa Lintas Agama Sambut Tahun 2026, Sukabumi Perkuat Persatuan dan Toleransi

Doa Lintas Agama Sambut Tahun 2026, Sukabumi Perkuat Persatuan dan Toleransi

1 Januari 2026

“Saya terpaksa melintasi jembatan rusak itu dengan cara bergelantung. Karena, awalnya saya gunakan akses jalan yang lain itu membutuhkan perjalanan untuk pulang dan pergi mencapai tiga jam lebih,” kata salah satu warga Kampung Pamoyanan, Desa Bantarpanjang, Kecamatan Jampangtengah, Leni Sumarni (40), kepada awak media, Selasa (23/7/2024).

Karena perjalan sangat memakan waktu, sambung Leni, maka ia memutuskan untuk melintasi jembatan rusak itu dengan cara bergelantung. “Kalau lewat melalui jembatan ini dari rumah ke tempat kerja saya satu jam kurang,” ucapnya.

Menurutnya, kondisi jembatan gantung ini seharusnya tidak layak dilintasi. Namun, tidak ada pilihan lain karena jika menggunakan jalan lain cukup memakan waktu.

“Walau kondisinya tidak layak tetapi banyak yang melintasi jembatan ini, dari mulai siswa, guru hingga masyarakat. Karena dari kampung Cigirang ke kampung Pamoyanan, ada yang sekolah non formal, ada Madrasah Diniyah. Untuk siswa SMP, SMA, SMK, dari kampung kami banyak. Bahkan, bukan hanya dari kampung kami ada dari desa Bantarpanjang juga banyak menggunakan akses jalan ini,” bebernya.

Dengan kondisi jembatan gantung tidak layak digunakan, Leni berharap kepada pihak terkait agar ada perhatian dan segera dilakukan perbaikan.

“Harapan kami kepada siapapun khususnya institusi pemerintah agar segera untuk dibangun jembatan ini dengan pembangunan yang layak dan bagus dari sebelumnya,” ujarnya.

Sementara itu, Putri (12), siswa kelas 5 Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cibadak, bersama lima temannya terdiri dari kelas 2 dan 5 terpaksa melintasi dengan bergelantungan di rangka jembatan gantung untuk bersekolah.

“Mau sekolah Madrasah Diniyah. Ya, gitu pegangan lewat gelantungan. Kalau hujan dan aliran sungai meluap kita gak sekolah karena takut,” singkatnya.

Reporter : M Afnan
Redaktur : Ruslan AG

Previous Post

Wabup Sukabumi Ikuti Ekspose Persiapan Pelaksanaan TMMD ke 121 

Next Post

Pemdes Sirnaresmi Renovasi Kantor Desa dari DD 2024

Next Post
Pemdes Sirnaresmi Renovasi Kantor Desa dari DD 2024

Pemdes Sirnaresmi Renovasi Kantor Desa dari DD 2024

BERITA POPULER

  • Tolak Kenaikan Upah 6,5 persen Tahun 2025, SP TSK SPSI Kecewa dengan Sikap Apindo

    Tolak Kenaikan Upah 6,5 persen Tahun 2025, SP TSK SPSI Kecewa dengan Sikap Apindo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fakta Menarik Sejarah Berdirinya RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tegas, DPD Golkar Sukabumi Hanya Ajukan Asjap dan Unang untuk Pilkada 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil dan Potensi Desa Nyalindung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PROFIL DESA CARINGIN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
https://sukabumizone.com/wp-content/uploads/2025/07/WhatsApp-Video-2025-07-05-at-14.07.01.mp4
Sukabumizone

© 2022 Sukabumizone - Portal Berita Sukabumi

Redaksi

  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat Penggunaan
  • Kontak Kami
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • HOME
  • NUANSA DESA
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • BERITA
    • PENDIDIKAN
    • INFO
      • Info Layanan
      • TV
      • Lalulintas
      • LBH Pers
      • PROFIL
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • PROMO
      • Kuliner
      • Promo-Sukabumi

© 2022 Sukabumizone - Portal Berita Sukabumi